Jumat, 16 November 2018

Pengendara Motor Meninggal Terlindas, Transjakarta Beri Santunan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaDirektur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph mengatakan manajemen sudah berkomunikasi dengan keluarga almarhum Muhammad Abdul Aziz, 24 tahun, pengendara sepeda motor yang meninggal setelah terjatuh dan terlindas bus Transjakarta.

    Baca juga: Jutaan Hoax Penculikan Anak di Medsos, Polisi Didesak Bertindak

    "Keluarganya sudah menerima, sudah ikhlas dan bisa memahami kejadian ini," kata Daud Joseph saat dihubungi Tempo, Ahad, 4 November 2018.

    Muhammad Abdul Aziz mengalami kecelakaan di dekat Wisma GKBI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 2 November 2018, pukul 13.35 WIB. Menurut keterangan polisi, saat itu Azis sedang melaju dari arah barat menuju timur Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    Motor Honda Scoopy bernomor polisi B-3546-BPY yang dikendarainya melaju di lajur kanan. Namun, ketika tiba di dekat Wisma GKBI, motor Azis oleng dan terjatuh ke kiri jalan karena diduga kurang konsentrasi. Azis pun terjatuh ke kanan.

    Bersamaan dengan itu, bus Transjakarta bernomor polisi B-7491-TGA melintas, sehingga melindas Azis.

    Selain berkomunikasi dengan keluarga korban, Daud mengatakan, Transjakarta juga memberikan santunan. "Ada bentuk seperti santunan yang diberikan," katanya.

    Baca juga: Anies Baswedan Baru Menyadari Ada 2 Masalah Besar di Jakarta

    Kepala Sub Direktorat Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, Azis mengalami luka di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian.

    Azis sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk dilakukan visum jenazah. Polisi membawa barang bukti berupa kendaraan terkait serta surat izin mengemudi dan surat tanda nomor bus Transjakarta.

     


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.