Jumat, 16 November 2018

RS Polri Telah Serahkan 27 Jenazah Korban Lion Air ke Keluarga

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses penyerahan 13 jenazah yang baru teridentifikasi oleh Tim DVI Polri kepada keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 di Rumah Sakit Polri R. Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin, 5 November 2018 TEMPO/Andita Rahma

    Proses penyerahan 13 jenazah yang baru teridentifikasi oleh Tim DVI Polri kepada keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 di Rumah Sakit Polri R. Said Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin, 5 November 2018 TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta –Rumah Sakit Polri Kramatjati telah mengidentifikasi 27 jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 hingga Selasa siang, 6 November 2018. Vice Disaster Victim Identification Commander Komisaris Besar Triawan Marsudi mengatakan seluruh jenazah telah dikembalikan ke keluarganya dari RS Polri.

    Baca juga: Keluarga Korban Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610

    "Jenazah yang terakhir dikirim keluarga AKBP Mito," kata Triawan di RS Polri.

    Ia menuturkan hingga hari ini, rumah sakit telah menerima laporan antemortem dari 256 orang anggota keluarga. Data antemortem tersebut berasal dari 213 orang yang melapor ke RS Polri dan 43 orang ke Kepolisian Daerah Bangka Belitung.

    "Dari 256 orang yang laporan yang sudah terverifikasi 189 orang," ujarnya.

    Selain itu, rumah sakit juga telah menerima 163 kantong jenazah korban Lion Air. Dari kantong tersebut terdapat 429 bagian tubuh korban yang sudah diambil data postnortemnya berupa sampel deoxyribonucleic acid (DNA).

    Simak juga: 13 Jenazah Korban Lion Air JT 610 Diserahkan kepada Keluarga

    Adapun jenazah yang telah terindentifikasi berjenis kelamin perempuan sebanyak sembilan orang dan laki-laki 18 orang. "Kami masih terus melakukan identifikasi. Bahkan kami berkerja 24 jam untuk negara ini," katanya mengenai korban pesawat Lion Air JT 610.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.