Minggu, 18 November 2018

Satu Bayi Korban Lion Air Teridentifikasi, Satu Masih Dicari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat serah-terima kepada keluarga korban di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, 5 Oktober 2018. Tim Disaster Victim Indetification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 13 korban Lion Air JT 610. Dengan tambahan tersebut, total jenazah yang sudah teridentifikasi sebanyak 27 orang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 saat serah-terima kepada keluarga korban di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, 5 Oktober 2018. Tim Disaster Victim Indetification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 13 korban Lion Air JT 610. Dengan tambahan tersebut, total jenazah yang sudah teridentifikasi sebanyak 27 orang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim DVI di RS Polri Kramatjati mengidentifikasi satu dari dua bayi yang menjadi korban pesawat Lion Air jatuh di Tanjung Karawang pada 29 Oktober 2018. Bayi itu bernama Rafezha Widjaya usia satu tahun sembilan bulan.

    Baca berita sebelumnya:
    Tangis Pecah Saat Keluarga Terima 7 Jenazah Korban Lion Air Jatuh

    Komandan DVI Mabes Polri, Komisaris Besar Lisda Cancer, mengumumkan, Rabu malam, Rafezha teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA dan medis. Lisda tidak menjelaskan detail pemeriksaan medis untuk mengidentifikasi Rafezha.

    Dia hanya menjelaskan bahwa hasil identifikasi diketahui dari pencocokan data post mortem dan ante mortem. Sidang rekonsiliasi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB lalu mengesahkan hasilnya.

    Selain Rafezha, tim DVI juga berhasil mengidentifikasi kakaknya, korban atas nama Radhika Wijaya, laki-laki, berusia empat tahun. Identifikasi juga melalui pemeriksaan DNA dan medis. Lisda mengungkapkan masih berusaha memastikan identitas satu bayi yang juga menjadi korban pesawat Lion Air PK-LQP tersebut.

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Hasil tes DNA korban Lion Air membutuhkan waktu sekitar 4-8 hari dari saat sampel diterima di laboratorium. REUTERS/Beawiharta

    Baca:
    Hari ke-10 Evakuasi Korban Lion Air, Hanya Ada Satu Kantong Mayat

    "Untuk identifikasi, kami tidak berpatokan pada manifes penumpang," kata Lisda menerangkan, "Anggapannya memang jika satu bayi berhasil diketahui, sisanya juga teridentifikasi. Namun, kerja kami tidak seperti itu."

    Ia menegaskan tetap melakukan pemeriksaan terhadap tiap objek yang ditemukan. Tujuannya, jenazah yang teridentifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional.

    Baca:
    Pecahan Kokpit Lion Air Akan Diangkat, Harapan Temukan Black Box

    Hingga hari kesepuluh pencarian, tim DVI di RS Polri berhasil mengidentifikasi 51 penumpang, terdiri atas 40 laki-laki, dan 11 perempuan. Sedang total penumpang dan kru pesawat Lion Air jatuh tersebut sebanyak 188 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.