4 Warga Tutup TPA Burangkeng Bekasi, 120 Truk Sampah Tertahan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk pengangkut sampah mengantre di tempat pembuangan sampah sementara di Sunter, Jakarta, 3 November 2015. Sebanyak 200 truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dihadang puluhan warga ketika melintasi Jalan Transyogi, Cileungsi, saat itu truk sedang menuju TPST Bantargebang. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Truk pengangkut sampah mengantre di tempat pembuangan sampah sementara di Sunter, Jakarta, 3 November 2015. Sebanyak 200 truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dihadang puluhan warga ketika melintasi Jalan Transyogi, Cileungsi, saat itu truk sedang menuju TPST Bantargebang. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Bekasi - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi unjuk rasa dengan menutup pintu masuk tempat pembuangan akhir atau TPA Burangkeng, Rabu, 13 Februari 2019. Akibatnya, 120 truk sampah tertahan, sehingga tak dapat membuang sampah.

    Baca: TPA Burangkeng Overload, Kabupaten Bekasi Krisis Lahan

    "Lagi didemo sama empat orang, mereka minta perbaikan jalan desa," ujar Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus, Rabu, 13 Februari 2019.

    Menurut dia, aksi unjuk rasa menuntut perbaikan jalan desa di wilayah tersebut. Adapun, proses perbaikan infrastuktur di sana, kata dia, sedang dibahas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    "Karena kalau permintaannya infrastruktur bukan kewenangan kami (Dinas LH)," ujar dia.

    Mengutip surat dari Bappeda kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk rapat bersama pada Rabu, 13 Februari 2019, permohonan perbaikan sarana dan prasarana di Desa Burangkeng telah dilayangkan kepada Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja sejak 25 Januari lalu.

    "Kalau yang sedang terjadi di TPA, sekarang sedang diselesaikan oleh UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) TPA Burangkeng," ujar dia. Meskipun ratusan truk sampah tertahan, kata dia, alat berat di TPA Burangkeng tetap beroperasi. Alat berat, kata dia, bisa dipakai perapihan di TPA.

    Kerusakan jalan di Desa Burangkeng diakui oleh seorang pengguna jalan, Tama. Ia menyebut Jalan Cinyosog sebagai contoh jalan rusak di wilayah itu.

    Meski kerusakan terjadi sejak setahun silam, namun belum ada tanda-tanda bakal diperbaiki. "Mungkin karena letaknya di perbatasan, jadi luput dari perhatian pemerintah," katanya.

    Tama yang merupakan warga Kelurahan Sumur Batu, Bantargebang setiap hari mengakses jalan tersebut untuk berangkat kerja. Menurut dia, jalan rusak hampir satu kilometer setelah Jalan Pangkalan 2 di Kelurahan Sumur Batu. "Jalan berlubang," ujar Tama.

    Baca: Kali di Bekasi Rawan Tumpukan Sampah, Ini Penyebabnya

    Diameter lubang di jalan rusak dekat TPA Burangkeng itu bahkan ada yang mencapai separuh badan jalan. Jika hujan, kondisi jalan tersebut layaknya kubangan kerbau. Pengguna jalan harus bergantian untuk melintas, karena memilih lajur yang masih layak dilalui kendaraan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.