Bandingkan A Man Called Ahok, Adik Ahok Puji Film Anak Hoki

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Anak Hoki. Twitter

    Film Anak Hoki. Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fifi Lety Indra, menggelar nonton bareng film Anak Hoki di satu bioskop di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 23 Februari 2019. Film Anak Hoki merupakan fiksi yang terinspirasi dari kehidupan nyata Ahok.

    Baca:
    Adik Ahok Komentari Miring Film A Man Called Ahok

    Menurut Fifi, meski film tersebut fiksi, keluarga, khususnya ayahnya, Indra Tjahaja Purnama, digambarkan sangat sesuai dengan aslinya. "Gambaran papah saya sangat real, dari gaya berpakaian dan cara berinteraksi dengan anak-anaknya, semuanya sangat nyata," ujar Fifi kepada Tempo usai acara nobar.

    Ia membandingkan film Anak Hoki dengan A Man Called Ahok. Fifi menilai, dalam film kali ini, keluarganya digambarkan lebih nyata. Hal itu berkat adiknya, Harry Tjahaja Purnama, terjun langsung sebagai produser sekaligus berperan dalam film itu.

    Suasana nonton bareng film Anak Hoki di Bioskop XXI Setiabudi One, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 23 Februari 2019. Dokumentasi: Fifi Lety

    "Di AMCA (A Man Called Ahok), papa saya digambarkan acak-acakan. Padahal beliau orang yang sangat rapi," ucap Fifi. Ia menambahkan, "Dalam pembuatan film itu (AMCA) kami tidak dilibatkan. Sudah selesai syuting baru kami dilibatkan."

    Baca:
    Kisah Hidupnya Diangkat ke Film, Ahok: Boleh Asal Jujur

    Film A Man Called Ahok diangkat dari buku biografi yang ditulis Rudi Valinka. Diperankan Daniel Mananta, film yang tayang perdana 8 November 2018 lalu itu disutradarai oleh Putrama Tuta. Jumlah penontonnya tembus satu juta orang di akhir bulan yang sama.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.