Usai Nyoblos Dua Adik Ahok Beda Isyarat Jari: Kita Tetap Saudara

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adik Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama bertemu dengan Prabowo Subianto. instagram.com/fifiletytjahajapurnama

    Adik Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama bertemu dengan Prabowo Subianto. instagram.com/fifiletytjahajapurnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua adik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menunjukkan isyarat jari berbeda di hari Pemilu 2019, Rabu 17 April 2019. Ini seperti yang ditunjukkan dalam sebuah unggahan video.

    Baca juga: 
    Anies Sebut Ahok Saat Peresmian MRT Jakarta, Ini Reaksi Warga

    Kedua adik Ahok itu adalah Fifi Lety dan Harry Tjahaja Purnama. Video diunggah di instagram Fifi @fifiletytjahajapurnama. "Hallo Indonesia, siapa pun pilihan anda, kita tetap adalah saudara," ucap Fifi dan Harry secara bersamaan dalam video itu, Rabu 17 April 2019.

    Setelah ucapan pembuka, Fifi mengajak masyarakat untuk menghormati pilihan masing-masing. Menurut dia, semua orang, akan menjadi pemenang. "Kita akan jadi orang yang kalah ketika kita tidak bisa saling menghargai dan menghormati," kata dia.

    Harry melanjutkan pernyataan Fifi itu dengan mengacungkan satu jari telunjuk. "Walaupun kita berbeda-beda, tapi kita tetap satu, satu, Indonesia," kata dia.

    Fifi, yang baru-baru ini mengunggah foto bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto itu lantas menimpali ucapan Harry. "Dan kita bersama-sama, berdua, membangun Indonesia lebih baik," kata dia dengan isyarat salam dua jari.

    Terpisah dari keduanya, Ahok yang kini minta dipanggil BTP telah lebih dulu memberikan suaranya di Osaka, Jepang. Ahok mengunggah foto di Instagram dengan mengacungkan jari kelingking yang sudah tercelup tinta. "Ayo memilih. Jangan Golput," kata kader PDIP itu melalui akun @basukibtp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.