Isu Jadi Wagub Lagi, Gerindra DKI: Sandiaga Bukan Pemburu Jabatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno saat menjalani pemeriksaan darah dan urine oleh tim dokter di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 April 2019. Foto: Istimewa

    Sandiaga Uno saat menjalani pemeriksaan darah dan urine oleh tim dokter di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 April 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut, Sandiaga Uno tak mungkin kembali lagi menjabat wakil gubernur DKI.

    Menurut Taufik, kembalinya lagi Sandiaga Uno di DKI 2 tidak menunjukkan etika yang baik.

    Baca : Spekulasi Sandiaga Balik Wagub, Ketua DPRD: Dia Sudah Mundur

    Lagipula, dia melanjutkan, Sandiaga Uno bukan tipe orang yang mengejar jabatan. "Sandi bukan pemburu jabatan. Sandi itu mengabdi," kata Taufik saat dihubungi, Kamis, 18 April 2019. "Gerindra pejuang semua," lanjut dia.

    Taufik menambahkan, sikap yang mengabdi kepada rakyat itu tampak dari keputusan Sandiaga yang tak mengambil gaji selama mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bahkan kebiasaan ini ingin diteruskannya jika menjadi wakil presiden.

    "Wapres-lah Pak Sandi itu. Sabar dulu," ucap Taufik.

    Pemilihan umum (pemilu) telah berlangsung serentak di seluruh Indonesia kemarin, 17 April 2019. Hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei memperlihatkan, suara yang diperoleh pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih banyak ketimbang paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Simak juga :
    Isu Sandiaga Balik Wagub, Ketua Gerindra DKI: Akalnya Tidak Sehat

    Prabowo tak mempercayai hasil itu. Dia mengklaim real count yang diterima pihak internalnya menunjukkan, suara untuk Prabowo dan Sandiaga justru sudah 62 persen yang diperoleh lebih dari 320 ribu tempat pemungutan suara (TPS). Yakni lewat para saksi pemilu BPN yang tersebar di seluruh Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.