Bus Transjakarta Tabrak Separator, Steady Safe akan Kena Sanksi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bus Transjakarta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi bus Transjakarta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph mengatakan, sopir dan bus yang mengalami kecelakaan di Jalan S. parman, Jakarta Barat, milik operator PT Steady Safe.

    Menurut dia, Transjakarta juga akan memberikan sanksi kepada Steady Safe atas insiden itu. "Sanksi diberikan kepada operator," kata dia.

    LihatBus Transjakarta Tabrak Separator di S. Parman, Sopir Ngantuk

    Bus Transjakarta bernomor polisi B 7194 PGA mengalami kecelakaan siang tadi, Rabu, 8 Mei 2019, sekitar pukul 12.00 WIB. Bus yang dikendaraio AH, 35 tahun, itu melaju dari arah selatan ke utara di Jalan S. Parman, Jakarta Barat. Sesampainya di depan Kampus Ukrida, bus tiba-tiba oleng ke kanan menabrak separator dan masuk ke taman dengan posisi miring ke kanan.

    Kepala Subirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris M. Nasir mengatakan AH masih diinterogasi. "Tapi belum dibuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata dia, Rabu, 8 Mei 2019.

    BacaKisruh Tender Bus Transjakarta sejak Jokowi hingga Anies Baswedan

    Nasir menerangkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus Transjakarta itu, namun bagian depan bus ringsek kaca depan pecah. "Dugaan sementara, pengemudi mengantuk," ucapnya.

    M. YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.