Anies dan Pangdam Jaya Akan Temui Perusuh di Slipi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti buka puasa dan salat tarawih bersama di Masjid Istiqlal malam ini, Sabtu malam, 11 Mei 2019. Tempo/ M Yusuf

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti buka puasa dan salat tarawih bersama di Masjid Istiqlal malam ini, Sabtu malam, 11 Mei 2019. Tempo/ M Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Panglima Komando Daerah Jakarta Raya Mayjen TNI Eko Margiyono akan datang ke kawasan Slipi, Jakarta Barat. Di kawasan itu saat ini berkembang menjadi lokasi kerusuhan baru karena terjadi bentrok antara polisi dan massa diduga warga setempat.

    "Anies dan Pangdam akan ke Slipi," bunyi pengumuman Balai Kota DKI yang Tempo dapatkan Rabu sore, 22 Mei 2019. Belum diketahui detil dari pengumuman itu. 

    Sebelumnya, massa yang berkumpul di Slipi membakar dua bus polisi dan merusak empat unit lainnya. Selain itu, mereka juga merusak spanduk Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang terpasang di Jalan Letjen S. Parman depan Plaza Slipi Jaya.

    "Ancurin, ancurin!" teriak massa sambil melempari pos polisi di kawasan itu, Rabu, 22 Mei 2019.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, kaca di pos polisi itu hancur. Ruas jalan tol dalam kota di jalur Gatot Subroto-Taman Anggrek dan sebaliknya sempat ditutup polisi. Penutupan itu karena massa melempari polisi yang berjaga di sisi jalan tol.

    Setelah bentrok sekitar 30 menit, polisi antihuru-hara datang dan memukul mundur massa. Polisi menembakkan gas air mata ke tengah kerumunan massa.

    Kerusuhan merembet ke Slipi dari sebelumnya di kawasan Tanah Abang. Sebanyak enam orang dilaporkan dari sejumlah rumah sakit meninggal akibat bentrokan dengan polisi. Kerusuhan itu terjadi mulai dari demonstrasi di Bawaslu pada Selasa malam 21 Mei 2019.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.