Penumpang Bandara Bayar Ongkos Bus Dobel, Damri Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Bandara Soekarno-Hatta Perum Damri, Boy Aryadi telah meminta maaf kepada penumpang bernama Hindrawan yang harus membayar ongkos bus dobel.

    Baca: Bandara Soekarno-Hatta Dijaga Hampir 4 Ribu Aparat Gabungan

    "Selain meminta maaf, Damri juga telah mengembalikan uang untuk pembayaran tiket dobel tersebut," kata Boy dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Juni 2019.

    Peristiwa pembayaran dobel untuk tiket bus oleh Hindrawan itu terjadi pada Ahad, 9 Juni 2019. Pria 35 tahun itu hendak berangkat dari Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta menuju kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

    Hindrawan tetap dipaksa membayar tarif bus bandara Rp 40.000 oleh kondektur, meski telah membeli tiket non-tunai lewat aplikasi LinkAja.

    “Saya menumpang bus Damri pada Minggu siang (9 Juni) dan membayar non-tunai. Namun saat di dalam bus, saya diminta bayar lagi,” ucapnya saat dihubungi Tempo, Ahad, 9 Juni 2019. 

    Hindrawan mengaku berunding cukup lama dengan kondektur. Ia menjelaskan telah melakukan pembayaran secara non-tunai melalui aplikasi LinkAja. Besaran tarif yang dikeluarkan pun sama dengan ongkos yang tertera di loket Damri, yakni Rp 40 ribu.

    Kondektur bus tetap memaksa Hindrawan membayar walaupun telah diperlihatkan bukti transaksi berupa tiket yang telah ia cetak melalui mesin cashless di bandara. 

    Dalam keterangan tertulisnya, Boy mengatakan peristiwa itu terjadi karena petugas bus Damri belum tersosialisasikan dengan baik ihwal pembayaran tiket menggunakan aplikasi LinkAja. Padahal pembayaran tiket dengan aplikasi tersebut telah berlaku sejak dua bulan lalu.

    "Dengan kejadian ini, Damri akan terus mensosialisasikan berbagai macam cara pembayaran tiket Damri baik kepada crew Damri maupun kepada pada pelanggan," kata Boy.

    Boy menjelaskan, Damri telah bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II dalam sistem pembayaran tiket di lingkungan Bandara Soekarno - Hatta. Saat ini, kata dia, pembayaran tiket bus Damri di kawasan itu dapat dilakukan dengan dua cara.

    Pertama, mendatangi counter ticket Damri, membayar tunai dan akan mendapatkan tiket yang berfungsi untuk membuka gate AP II dan validasi saat masuk ke dalam bus. Kedua, mendatangi vending machine milik AP II.

    Baca: Arus Balik, Bandara Soetta Masih Siaga 1

    Terdapat dua pilihan di mesin itu, yaitu mengambil nomor antrean untuk membeli tiket di counter ticket bus Damri Bandara Soekarno-Hatta atau membayar dengan menggunakan aplikasi LinkAja. Bukti pembayaran tiket dengan aplikasi itu dapat digunakan untuk membuka gate AP II dan validasi bus Damri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?