Anies Mau Gelar Balap Formula E, Pengamat: Jakarta Sudah Siap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu optimistis Jakarta sukses menjadi tuan rumah balap Formula E pada 2020. Alasannya, balap mobil listrik tak serumit ajang Formula 1 (F1) yang membutuhkan sirkuit khusus.

    "Sirkuitnya ini 'kan jalan raya. Jalan-jalannya mereka (Tim Formula E) yang nentuin," katanya di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.

    Formula E adalah turnamen balapan terpopuler kedua sesudah F1. Bedanya dengan F1, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik sehingga bebas emisi. Balapan ini diadakan di jalan raya yang diubah jadi sirkuit sementara.

    Meski tidak serumit F1, pengajar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan bahwa event tersebut tidak kalah bergengsi karena tak semua negara bisa menjadi tuan rumah.

    "Saya rasa Jakarta sudah siap. Tim Formula E pasti sudah screening awal kesiapan di lapangan. Ada standar-standar minimumnya," katanya.

    Hal itu termasuk jalan-jalan yang akan dilalui balap mobil listrik itu yang tentunya sudah disiapkan perencanaannya secara detail.

    Sekarang ini sudah era mobil listrik seiring dengan kampanye energi bersih dan kian menipisnya bahan bakar dari fosil. "Tidak ada pilihan lain, kecuali pakai mobil listrik. Makanya, kejuaraan Formula E di Jakarta ini tepat," kata Yannes.

    Kabar Jakarta akan menjadi tuan rumah balap mobil Formula E disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat akun instagram dan Facebook pribadinya. Dari Brooklyn, Amerika Serikat, Minggu 14 Juli 2019, Anies menyatakan dia berhasil bernegosiasi agar Jakarta menjadi tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan 2020.

    Anies menuliskan persiapan sudah dilakukan sejak 3 bulan lalu persiapan pertemuan ini telah dilakukan, dan pertemuan dibuat pada tanggal 13 Juli 2019, atau bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E.

    Tim dari Formula E juga sudah datang khusus untuk melakukan uji lapangan di Jakarta pada tanggal 8-9 Juli lalu.

    "Karena Jakarta berkompetisi dengan kota-kota besar dunia lainnya, semua dikerjakan dengan rapi, teliti, tertib, dan tak banyak bicara. Jadwal dan rute perjalanan ditata dengan baik. Semua bahan telah disiapkan," kata Anies.

    Puncaknya adalah negosiasi pada hari Sabtu, 13 Juli 2019 di New York. Bernegosiasi dengan Alexandro Agag dan Alberto Longo, para pemimpin tertinggi yang juga legenda di dunia balap mobil.

    Anies mengunggah kembali statusnya tentang Formula E, Senin, bahwa ajang E-Prix (Formula E) pada tahun 2020 akan menjadi kejuaraan Formula E pertama di Indonesia. Dari kajian awal atas rencana ini, menurut Anies, E-Prix Jakarta berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi di Ibu Kota senilai 78 juta euro.

    Diperkirakan 35.000 penonton, baik internasional maupun domestik, akan menghasilkan transaksi ekonomi sekitar 1,6 juta euro selama E-Prix berlangsung, baik di industri konsumsi, transportasi, maupun akomodasi.

    Secara tidak langsung Formula E di Jakarta akan berdampak di sektor pariwisata juga ikut terangkat. Total nilai liputan media tentang Jakarta, kata Anies, setara dengan 15 juta euro. "Jakarta akan menjadi sorotan dunia, liputan media asing menggaungkan nama Jakarta, Indonesia ke masyarakat dunia. Kita sejajar dengan kota-kota maju megapolitan lainnya. Insyaallah, semua persiapan bisa berjalan lancar.." kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.