Dinsos DKI Sebut Kesulitan Mendata Pencari Suaka di Pengungsian

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengungsi pencari suaka memeriksa kesehatannya di gedung Eks Kodim Kalideres, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengungsi pencari suaka memeriksa kesehatannya di gedung Eks Kodim Kalideres, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Seksi Perlindungan Reintegrasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Nurshobah menyatakan pihaknya kesulitan dalam mendata para pencari suaka yang ditempatkan di lahan eks Kodim Perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat. Alasannya, para petugas belum terlalu mengenal para pencari suaka.

    "Tidak bisa dimonitor pengungsi yang keluar masuk, yang mengenal mereka itu UNHCR," kata Nurshobah saat dihubungi Tempo, Rabu malam, 17 Juli 2019.

    Sampai saat ini, Dinas Sosial DKI maupun Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) belum bisa memberikan data secara rinci terkait jumlah laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tinggal di lokasi pengungsian sementara. Namun Dinsos menyebut total jumlah para pencari suaka sampai Rabu, 17 Juli lalu pukul 17.00 WIB sebanyak 1.266 orang.

    "Total tadi siang 1.266 orang berdasarkan pengambilan makan siang tetapi tidak bisa tahu rinciannya," kata Nurshobah.

    Berikut adalah data para pencari suaka yang berasal dari sepuluh negara:
    1. Afganistan 971 orang
    2. Pakistan 45 orang
    3. Cina 1 orang
    4. Irak 9 orang
    5. Iran 7 orang
    6. Sudan 70 orang
    7. Somalia 130 orang
    8. Italia 1 orang
    8. Ethiopia 30 orang
    10. Palestinan 2 orang

    Nurshobah mengatakan data para pencari suaka tersebut masih bisa berubah. Karena itu, pihaknya bersama UNHCR akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan siapa yang pantas dan tidak pantas ditampung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.