Selasa, 17 September 2019

DKI Bayar untuk Jadi Tuan Rumah Formula E, Ini Kata Anies

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak membantah adanya biaya pendaftaran agar Jakarta menjadi tuan rumah ajang FIA Formula E. Anies mengibaratkannya dengan ada pemasukan yang diterima DKI tapi juga pengeluaran.

    "Jadi tidak mungkin dalam sebuah kegiatan hanya ada pemasukan tidak ada pengeluaran, betul kan?" kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juli 2019.

    Anies tak membeberkan besaran biaya yang harus dikeluarkan pemerintah DKI. Namun, dia memastikan sudah memegang skema perhitungan pengeluaran dan pemasukan alias economic assessment dari penyelenggaraan Formula E.

    Menurut Anies, konstruksi pembiayaannya diperkirakan lengkap akhir Agustus ini. "Tapi tidak untuk diumumkan dulu," ujarnya.

    Sumber Tempo di Balai Kota mengungkapkan pemerintah DKI perlu mengeluarkan uang untuk menjadi tuan rumah Formula E. Untuk pendaftaran sebagai tuan rumah, biayanya sekitar 100 ribu euro atau Rp 1,4 miliar. "Ternyata perlu bayar untuk bisa jadi tuan rumah Formula E," ucap dia seperti dikutip Koran Tempo edisi Selasa, 16 Juli 2019.

    Lewat Instagram-nya, Anies mengklaim berhasil melakukan negosiasi dengan pimpinan ajang balap mobil kursi tunggal yang menggunakan energi listrik Formula E, yaitu Alexandro Agag dan Alberto Longo. Dari hasil negosiasi itu, keduanya sepakat mengadakan E-Prix di Jakarta pada 2020.

    Menurut Anies, persiapan pertemuan itu sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Tim dari Formula E juga sudah datang ke Jakarta untuk melakukan uji lapangan pada 8-9 Juli lalu. "Puncak pertemuan dibuat tanggal 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final sesi 6 Formula E," kata dia.

    Formula E atau Formula Electric adalah balapan mobil listrik. Berbeda dengan Formula 1, semua kendaraan dalam Formula E bertenaga listrik. Ajang balapan yang bernaung di bawah Federasi Otomotif Internasional (FIA) ini diyakini sebagai balap mobil masa depan karena tergolong ramah lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.