Olah TKP Kecelakaan Maut Truk Pertamina, Polisi Pakai Animasi 3D

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk tangki Pertamina. TEMPO/Subekti

    Truk tangki Pertamina. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi akan menggunakan alat pemindai tiga dimensi atau 3D dalam menganalisis penyebab kecelakaan maut truk Pertamina dan Toyota Calya di Jalan Tol Wiyoto Wiyono Rawamangun. Tiga orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Minggu dinihari itu.   

    Semula polisi hendak menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut itu pada hari Senin, namun batal. "Olah TKP kami undur dari Senin menjadi Rabu siang," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Timur, Ajun Komisaris Agus Suparyanto saat dihubungi, Senin, 22 Juli 2019.

    Akibat kecelakaan maut tersebut, pengemudi truk bernama Isep Abdurohman, 35 Tahun, beserta kernetnya, Ahmat Wagiyanyo, 23 tahun, tewas di lokasi kejadian. Selain itu, pengemudi Calya, Peter Christian, 26 tahun, tewas terbakar di dalam mobilnya.

    Olah TKP akan melibatkan personel Polda Metro Jaya dan alat pemindai Faro. Alat tersebut akan digunakan untuk membuat pemindaian tiga dimensi terkait dengan terjadinya kecelakaan antara truk Pertamina dengan minibus pada Ahad dinihari kemarin.

    "Nanti akan menghasilkan animasi 3D untuk menganalisa penyebab kecelakaan," kata Agus. 

    Olah TKP tidak bisa dilakukan pada hari Senin segera lantaran penyidik dari Polda Metro masih menjalani pelatihan. "Olah TKP menunggu alat dan personel Polda," ucapnya.

    Polisi menduga penyebab kecelakaan karena sopir truk mengantuk dan oleng karena menyenggol guardrail atau pagar pengaman jalan tol sebelah kiri. Namun setelah diselidiki kembali pada Ahad siang, ada kesimpulan baru terkait penyebab kecelakaan.

    Buntut truk yang melaju ke arah Cawang, kata dia, lebih dulu menabrak minibus yang sedang melaju searah. Senggolan tersebut menyebabkan truk oleng dan terseret hingga kepalanya tergantung di guardrail jalan.

    Sedangkan, minibus terseret dan terjepit tangki Pertamina di sisi kiri jalan. "Mobil tangki itu menabrak Calya dan minibus itu melintir menghadap ke Utara, lalu kepala truk jatuh ke bawah."

    Jika dilihat sepintas tanpa analisa, menurut dia, orang yang melihat TKP akan berkesimpulan minibus yang pertama menabrak truk Pertamina. Sebab, kondisi minibus yang terjepit di tangki truk.

    "Ternyata tidak begitu, Tangki itu yang menabrak duluan, lalu melintir ke kiri jalan bersama Calya. Dan kepala truk jauh ke bawah," ucapnya.

    Kata Agus, temuan baru tersebut merupakan kesimpulan sementara kecelakaan maut truk Pertamina dan Toyota Calya. Polisi masih akan melakukan pemeriksaan kembali untuk mengetahui penyebab kecelakaan. "Karena seluruh pengemudi tewas. Kami tidak tahu apakah rem blong atau kondisi kendaraan yang menyebabkan kecelakaan. Atau pengemudi ngantuk" ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.