Tumpahan Minyak di Karawang Sudah Sampai Kepulauan Seribu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak

    Warga mengumpulkan limbah tumpahan minyak "Oil Spill" yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2019. Pasir yang tercemar minyak tersebut dikumpulkan dan akan dipindahkan ke pabrik penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk dimusnahkan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tumpahan minyak mentah akibat munculnya gelembung gas dan tumpahan minyak di sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan lepas pantai Karawang, sudah sampai ke Kepulauan Seribu, Jakarta sejak Kamis, 25 Juli 2019.

    "Sudah. Sudah sampai sini (Kepulauan Seribu) sejak Kamis kemarin," kata Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad saat dihubungi Antara, Rabu, 31 Juli 2019.

    Husein mengatakan ada beberapa pulau yang terkena dampak dari tumpahan minyak tersebut. Di antaranya Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Ayer.

    Tumpahan minyak itu, kata Husein, berupa gumpalan-gumpalan kecil berwarna hitam seperti aspal padat. "Ini bukan cairan, hanya gumpalan kecil yang kalau terdampar di darat, begitu terkena matahari jadi mencair dan kotor kaki kita," ujarnya.

    Meski ada tumpahan minyak, Husein mengatakan hal tersebut tidak mengganggu aktivitas pariwisata maupun perairan di sekitar Kepulauan Seribu.

    Sementara itu, di perairan Karawang yang merupakan lokasi kebocoran minyak mentah, peristiwa itu telah berdampak terhadap nelayan, petani tambak, serta lingkungan dan kesehatan warga setempat.

    Selain itu, produksi garam di wilayah pesisir utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terhenti akibat tumpahan minyak itu. Sekitar 100 hektare tambak garam di wilayah pesisir utara Karawang menghentikan produksinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.