EKSKLUSIF: Anak Ma'ruf Amin Sebut Dukungan Eks 212

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk putri Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah di BSD, Serpong. Diketahui Siti akan menyalonkan dirinya sebagai calon Walikota Tangerang Selatan, Selasa 30 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto.

    Spanduk putri Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah di BSD, Serpong. Diketahui Siti akan menyalonkan dirinya sebagai calon Walikota Tangerang Selatan, Selasa 30 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Kurnianto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Siti Nur Azizah, putri dari wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin, membeberkan motivasinya melangkah ke dunia politik. Aparatur sipil negara di Kementerian Agama itu membidik posisi Wali Kota Tangerang Selatan 2020-2025. 

    Langkah politiknya dimulai dengan pemasangan spanduk berisi ucapan selamat hari raya Idul Fitri bergambar dirinya di Serpong pada Juni lalu. Pada spanduk disematkan seruan 'Tangsel Lebih Maju'. 

    Dalam wawancara eksklusif bersama Tempo di kediamannya di Jalan Buckingham Raya, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu, 31 Juli 2019, Azizah menyebut peran Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam. Orang yang sama pernah menjadi penasihat di kelompok Persaudaraan Alumni atau PA 212. 

    "Waktu itu saya silaturahmi ke Parmusi. Ketemu pak Usamah Hisyam, salah satu tokoh di BSD sana (Bumi Serpong Damai)," ujar Azizah. 

    Kepada Usamah, Azizah mengatakan dirinya mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk mengikuti kontestasi pemilihan Wali Kota Tangsel 2020. Gayung bersambut, Usamah mendukung. Bekas politikus PPP itu menyarankan Azizah nanti mencalonkan diri sebagai Tangsel 1 alias wali kota. 

    Putri Wakil Presiden RI tepilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, saat wawancara dengan Tempo di rumahnya, Jalan Buckingham Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu sore, 31 Juli 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Tidak lama setelah pertemuan itu, Azizah mintakan fotonya untuk dibuatkan sapnduk. Pantauan Tempo di sekitar wilayah Tangsel, ada dua spanduk yang menampilkan wajah Azizah Ma'ruf. Spanduk warna putih hijau itu terbentang di di Jalan Boulevard BSD Timur, Serpong. 

    Azizah Ma'ruf Amin menduga, spanduk itu dipasang karena dirinya tidak pernah muncul ke "permukaan". Spanduk ingin melihat respons warga Tangerang Selatan  terhadapnya. "Supaya kami tahu, ada atau tidak penolakan dari masyarakat, eh ternyata tidak. Justru semakin mengalir," katanya menambahkan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.