Pencari Suaka Bentrok Lagi di Kalideres, Polisi Lepas Tembakan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan orang pencari suaka dari berbagai negara berdemo di depan kantor UNHCR, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2019. Dalam aksinya mereka membawa poster dengan berbagai tulisan seperti

    Puluhan orang pencari suaka dari berbagai negara berdemo di depan kantor UNHCR, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2019. Dalam aksinya mereka membawa poster dengan berbagai tulisan seperti "we need hope" "is 7 years short time for single refugees?" dan "we gather here for ask resettlement". TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pencari suaka bentrok lagi di lokasi pengungsian di Lapangan Eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu malam, 7 Agustus 2019. Bentrokan itu dipicu tindakan seorang pencari suaka yang memukul seorang anak pencari suaka lainnya.

    "Ada anak Somalia main sama anak Afganistan. Biasa anak kecil main suka iseng gitu, tapi salah satu ibu nggak terima, lalu mukul teman anaknya," ujar Sugito, anggota Tagana yang berjaga di lokasi pengungsian Lapangan Eks. Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Usai pemukulan, kedua orang tua bocah itu malah berkelahi. Keributan lalu menyebar antara kedua kelompok dan hampir terjadi baku hantam antardua etnis tersebut. Polisi yang tengah berjaga lalu melepaskan tembakan peringatan untuk memisahkan mereka.

    "Tiga kali tembak ke atas, baru pada bubar," ujar Sugito.

    Sebelumnya, bentrok antara para pencari suaka Somalia dan Afganistan terjadi pada Senin, 22 Juli 2019. Koordinator pengungsi pencari suaka asal Afganistan, Ali Muhammad, mengungkap keributan itu berawal dari cekcok yang berlanjut saling pukul dan lempar batu.

    Menurutnya, cekcok diawali ketika seorang warga Afganistan menegur seorang warga Somalia agar mengantre saat berwudu di pengungsian kalideres itu. Diduga yang ditegur salah paham karena berbeda bahasa, lalu terjadi adu mulut dengan bahasa tutur masing-masing.

    "Ini semua gara-gara salah paham. Orang Somalia bahasanya beda, jadi tidak paham bahasa yang lain. Jadi kalau komunikasi sehari-hari memang agak susah," kata Ali.

    Saat itu bentrokan antara pencari suaka menimbulkan korban luka di kedua pihak. Sedangkan pasca bentrokan tadi malam, polisi berjaga di depan lokasi pengungsian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.