Konflik Apartemen Mediterania, Ombudsman Desak P2RS Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penghuni apartemen Mediterania Places Residents Kemayoran, Jakarta Pusat yang mengalami pemadaman listrik sejak  bulan Juli akibat dualisme kepengurusan apartemen, Ahad 18 Agustus 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    Suasana penghuni apartemen Mediterania Places Residents Kemayoran, Jakarta Pusat yang mengalami pemadaman listrik sejak bulan Juli akibat dualisme kepengurusan apartemen, Ahad 18 Agustus 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman DKI Jakarta meminta PT Prima Buana Internusa segera menyalurkan kembali aliran listrik dan air ke 14 penghuni Apartemen Mediterania. Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (P2RS) itu Mediterania telah mematikan aliran listrik dan air PD PAM Jaya ke belasan penghuni apartemen itu sejak 28 hari lalu.

    "Kami minta hari ini agar segera dinyalakan kembali aliran listrik dan air ke penghuni yang dimatikan," kata Ketua Ombudsman DKI Jakarta Teguh Nugroho di kantornya, Senin, 19 Agustus 2019.

    Ia menuturkan kepengurusan P2RS Apartemen Mediterania yang lama telah diganti dengan yang baru, yakni Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS). P3SRS Apartemen Mediterania telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat DKI Jakarta Nomor 272 Tahun 2019 yang terbit pada 29 April lalu.

    Namun, kata dia, hingga saat ini P2RS yang lama dan dikendalikan PT PBI masih mengendalikan pengelolaan hunian vertikal tersebut. Bahkan, P2RS membuat rekening Bank Artha Graha sebagai pengganti rekening BCA untuk menerima pembayaran listrik, air dan iuran pengelolaan lingkungan.

    "Sebab, rekening BCA yang menjadi bank penerima pembayaran yang lama telah diserahkan ke pengurus yang baru," ujarnya.

    Ia menuturkan warga yang membayar ke pengurus baru melalui rekening BCA diancam akan dimatikan aliran listrik dan airnya. Para penghuni diminta untuk membayar ke rekening Artha Graha yang baru dibuat P2RS.

    Saat ini, kata Teguh, ada 1.000 penghuni yang membayar ke rekening Artha Graha karena mereka takut ancaman pemutusan aliran listrik dan air oleh pengurus yang lama. Sedangkan, 500 penghuni lain telah membayar ke P3SRS yang telah terbentuk.

    "Penghuni yang membayar ke rekening BCA dianggap belum membayar fasilitas. Padahal mereka telah membayar ke pengurus yang sah melalui surat keputusan Disperum."

    Teguh mengatakan Ombudsman telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kemayoran untuk meminta agar PT PBI mengalirkan kembali listrik dan air ke penghuni yang telah diputus. Sebab, air dan listrik merupakan kebutuhan utama para penghuni apartemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.