Jakarta Terancam Bencana Kekeringan, Ini Imbauan Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan dasar Sungai Cisadane yang mengering pada musim kemarau panjang tahun ini, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan dasar Sungai Cisadane yang mengering pada musim kemarau panjang tahun ini, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta bersiap untuk menghadapi ancaman kekeringan di sebagian besar wilayah. DIa meminta warga ibu kota berhemat menggunakan air bersih.

    "Saya rasa siapapun sudah harus menghemat penggunaan air. Apapun kegiatan kita, sebisa mungkin hemat air," ucap Anies di Jakarta, Kamis.

    Selain itu, Anies juga meminta agar masyarkat melakukan pengolahan saluran air dengan baik agar sebisa mungkin digunakan kembali guna keperluan lainnya.

    "Gunakan saluran-saluran untuk mengolah air dengan baik sehingga air itu bisa dipakai kembali," kata Anies.

    Saat ini, ucap Anies, DKI telah menyelesaikan draf Instruksi Gubernur terkait Pengelolaan Air saat Kemarau.

    Rancangan Ingub tersebut sudah diselesaikan pada 6 Agustus 2019 dan akan segera diumumkan.

    "Nanti kalau sudah Ingub selesai, kami akan umumkan terkait dengan langkah-langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI untuk mengantisipasi kemarau panjang di wilayah Jakarta," ucap Anies.

    Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Tangerang Selatan telah mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan di wilayah Banten dan DKI Jakarta. BMKG mengingatkan hal itu dikarenakan debit hujan di dua wilayah tersebut sangat rendah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.