Pelantikan Anggota DPRD DKI, Kebon Sirih Banjir Karangan Bunga

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan karangan bunga ucapan selamat terhadap anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang akan dilantik membanjiri halaman gedung DPRD hingga trotoar sepanjang Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Ratusan karangan bunga ucapan selamat terhadap anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang akan dilantik membanjiri halaman gedung DPRD hingga trotoar sepanjang Jalan Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan karangan bunga ucapan selamat pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 membanjiri halaman gedung DPRD hingga trotoar sepanjang Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019.

    Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai kementerian, instansi, perusahaan, dan perorangan. Di sana, sebagai contoh, ada karangan bunga dari Menteri Pertahanan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu untuk Esti Arini Putri, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI.

    Sedangkan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi yang terpilih kembali mendapat karangan bunga dari Iwan Kusmawan.

    Petugas kebersihan DPRD DKI, Urip Sudiyono, mengatakan karangan bunga sudah datang sejak Ahad sore, 25 Agustus. Kemudian bertambah banyak pada malam hari. "Sampai siang ini juga masih ada yang mengirim,” ujar Urip.

    Menurut Urip, jika dibandingkan dengan tahun, jumlah karangan bunga tahun ini lebih banyak. “Banyakan sekarang yang mengirim, tahun lalu tidak terlalu banyak di luar. Sekarang di luar saja penuh," kata Urip.

    Sekretaris DPRD DKI Muhammad Yuliadi mengatakan acara pelantikan akan dimulai sekitar pukul 10.00 dan ditargetkan selesai sebelum pukul 13.00. Dalam prosesi pelantikan akan ada pengukuhan yang disertai dengan penyematan DPRD DPRD DKI. "Nanti ada sambutan dari pemimpin sementara," ujar Yuliadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.