Lift Gedung Ombudsman Terjun Bebas, Sri Mulyani Ikut Terseret

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sularsi, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto, Anggota Ombudsman Alvin Lie, Anggota Ombudsman Laode Ida, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Djoko Raharjo Abumanan, Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing di saat jumpa media mengenai padam PLN di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Koordinator Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sularsi, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto, Anggota Ombudsman Alvin Lie, Anggota Ombudsman Laode Ida, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Djoko Raharjo Abumanan, Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing di saat jumpa media mengenai padam PLN di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Ombudsman RI Alvin Lie menyeret nama Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam peristiwa anjloknya lift di gedung kantornya. Sebab, menurut dia, Sri telah memangkas anggaran yang diusulkan Ombudsman sejak 2016.  Anggaran itu rencananya dipakai untuk memperbaiki lift atau membeli yang baru.

    "Kami sangat kecewa terhadap sikap menteri keuangan yang dengan mudahnya memangkas anggaran Ombudsman sejak 2016 sampai sekarang tidak pernah bergeser," kata Alvin saat dihubungi, Senin, 9 September 2019.

    Menurut Alvin, anggaran untuk Ombudsman stagnan di angka Rp 130-150 miliar. Padahal, untuk tahun ini saja Ombudsman mengusulkan anggaran senilai Rp 375 miliar. Anggaran itu salah satunya bakal digunakan memperbaiki lift.

    Namun, Kementerian Keuangan hanya menyetujui suntikan dana untuk Ombudsman Rp 153 miliar. Alvin menilai, dana tersebut bakal dibagikan tak hanya ke pusat, tapi juga kepada kantor perwakilan Ombudsman yang tersebar di 34 provinsi.

    Karena pemangkasan tersebut, Ombudsman tak memiliki biaya mengganti lift. Padahal, saat ini hanya ada tiga lift di kantor Ombudsman. Satu lift, tutur Alvin, tak lagi beroperasi karena selalu rusak setelah diperbaiki. Sementara satu lift lagi kerap bermasalah.

    "Jangankan beli baru, untuk beli suku cadang aja tidak ada anggarannya," ujar Alvin. "Kami mampunya memperbaiki tapi kan lama-lama seperti rem itu kan habis juga," lanjut dia.

    Akibat insiden lift anjlok, Alvin berniat mengakses kantornya di lantai tujuh dengan naik tangga. Dia ogah nekat menggunakan lift yang sudah berusia 31 tahun itu. 

    "Daripada taruhan nyawa tiap hari naik lift itu," ucap dia.

    Sebelumnya, lift sisi kiri lobi Gedung Ombudsman RI anjlok pada Jumat, 6 September 2019.Tiba-tiba lift jatuh dari lantai lima ke lantai dasar ketika enam orang berada di dalamnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?