Video Kawin Kontrak Viral Lagi, Bupati Bogor: Merusak Citra

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dengan alat berat membongkar bangunan liar di Kampung Naringgul, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 4 September 2019. Puluhan warga Kampung Naringgul sempat menghadang petugas Satpol PP yang akan melanjutkan eksekusi pembongkaran bangunan liar hari ini. ANTARA

    Petugas dengan alat berat membongkar bangunan liar di Kampung Naringgul, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 4 September 2019. Puluhan warga Kampung Naringgul sempat menghadang petugas Satpol PP yang akan melanjutkan eksekusi pembongkaran bangunan liar hari ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin kembali meluruskan soal video viral yang berisi dokumenter tentang kawin kontrak di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Video yang pernah diunggah ke Youtube oleh orang tak dikenal pada 2013 itu kini viral kembali.

    "Kenapa video soal kawin kontrak itu diviralkan kembali melalui grup-grup WhatsApp. Video itu betul-betul menjatuhkan citra pariwisata di Kabupaten Bogor. Itu video produksi 2013," ujarnya kepada Antara di Cibinong, Selasa, 10 September 2019.

    Ade menduga video yang diunggah dengan judul Saudis Traveling for Halal Sex to Indonesia itu kembali diviralkan berbagai WhatsApp Group lantaran dikaitkan dengan pemberitaan wisata halal yang tengah berpolemik di beberapa daerah, seperti di Danau Toba, Sumatera Utara dan Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. "Kali ini menimpa kami, pariwisata di Kabupaten Bogor. Padahal, pariwisata Bogor sudah banyak berbenah. Terus memperbaiki diri,” kata dia.

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun menyatakan pihaknya sudah melakukan beberapa langkah untuk menghilangkan prostitusi di kawasan Puncak Bogor. "Pemkab Bogor telah melaksanakan aksi Nongol Babat (Nobat), yakni dengan melakukan operasi prostitusi di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, termasuk di Kawasan Puncak, Cisarua," ujarnya.

    Menurut Ade, program Nobat tidak hanya melakukan operasi prostitusi, tapi juga operasi penertiban bangunan yang disalahgunakan untuk kegiatan prostitusi. Bangunan itu meliputi hotel, vila, penginapan, kontrakan, dan tempat-tempat hiburan.

    "Selain itu, penertiban minuman keras dengan jumlah hampir enam ribu botol dimusnahkan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum," kata Ade.

    Belakangan, warganet kembali dihebohkan dengan video pemberitaan mengenai kawin kontrak di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor berjudul Wisata Halal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?