17 Tahun Car Free Day, Warga Minta Tak Ada Lagi Agenda Politik

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai KPK dan aktivis antikorupsi menggelar aksi membagikan 1.000 tangkai bunga kepada pengunjung Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pegawai KPK dan aktivis antikorupsi menggelar aksi membagikan 1.000 tangkai bunga kepada pengunjung Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 8 September 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -  Hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) pada hari ini, Ahad, 22 September 2019 memasuki usianya yang ke-17. Untuk merayakan hal itu, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) menghelat acara diskusi, senam, dan pembagian bibit pohon lidah buaya untuk masyarakat.

    Dalam acara yang bertema "CFD To Beat Air Pollution Maju Kotanya Bersih Udaranya", KPBB mengumpulkan aspirasi masyarakat ihwal pelaksanaan CFD. 

    "Masyarakat meminta agar CFD tak lagi disusupi acara politik, jadi murni olahraga saja," ujar ketua pelaksana perayaan, Alfred Sitorus saat ditemui di Dukuh Atas pagi ini. 

    Alfred juga menyampaikan keinginan masyarakat yang meminta ketegasan petugas keamanan tarhadap kendaraan bermotor yang nekat masuk ke dalam lingkungan CFD. Hal tersebut pernah beberapa kali terjadi saat perayaan CFD. 

    "Masyarakat juga meminta para pengunjung CFD tidak membuang sampah sembarangan, jadi mengembalikan ruh CFD itu lagi," ujar dia.

    CFD pertama kali diinisiasi dan terlaksana di Jakarta pada tahun 2001. Saat itu tujuan dari CFD adalah mengurangi ketergantungan masyarakat pada penggunaan kendaraan bermotor dalam beraktivitas, sehingga polusi udara dapat berkurang. 

    Namun selama 17 tahun pelaksanaan CFD, tingkat pencemaran udara malah semakin meningkat. Pada tahun 2012 saja, udara DKI Jakarta telah memasuki kategori tidak sehat berdasarkan pengukuran polutan PM 2.5.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.