Laksamana Sony Santoso Ditangkap, Tetangga: Sepertinya Impossible

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kediaman Laksamana (Purn.) Sony Santoso di Cluster Padjajaran Perumahan Taman Royal 2 Cipondoh Kota Tangerang, Senin 30 September 2019. Sony dituduh inisiator rencana kerusuhan di tengah aksi Mujahid 212 pada Sabtu 28 September 2019. FOTO: TEMPO/AYU CIPTA

    Kediaman Laksamana (Purn.) Sony Santoso di Cluster Padjajaran Perumahan Taman Royal 2 Cipondoh Kota Tangerang, Senin 30 September 2019. Sony dituduh inisiator rencana kerusuhan di tengah aksi Mujahid 212 pada Sabtu 28 September 2019. FOTO: TEMPO/AYU CIPTA

    TEMPO.CO, Tangerang - Rumah pensiunan Laksamana TNI AL Sony Santoso, 61, di Cluster Padjajaran Perumahan Taman Royal 2 Cipondoh Kota Tangerang, kini senyap. Rumah berdinding krem dan merah marun itu kini tak berpenghuni sejak Sony ditangkap karena diduga terlibat pembuatan bom molotov untuk demo mujahid 212.  

    Rumah eks perwira tinggi TNI yang belakangan aktif sebagai dosen itu tak diberi garis polisi. Rumah itu terletak persis di belakang pos satpam pintu gerbang Cluster Padjajaran.

    Di garasi samping rumahnya terdapat dua mobil terparkir satu kendaraan Mitsubishi Kuda warna biru dan sebuah sedan Toyota warna merah marun. Dan satu kendaraan roda dua serta sepeda kayuh.

    Di rumah tak bertingkat itu juga terlihat stiker dan kalender bergambar calon legislatif anak Sony dari Partai Nasdem. Justru gambar Sony tak ada meski dia juga menyalonkan sebagai caleg DPR RI Partai Berkarya. Kedua ayah dan anak itu gagal menjadi anggota parlemen.

    Ketua RT Cluster Padjajaran Heri Novianto mengatakan sangat mengenal Sony yang kerap disapa warga Pak Haji Sony itu. "Dia sesepuh di sini, jika ada masalah warga selalu konsultasi. Pribadinya sangat terbuka, bergaul dan membaur dengan warga. Sepertinya impossible dia terlibat bom molotov," kata Heri ditemui Tempo Senin 30 September 2019.

    Tetangga sebelah Sony, Wahyudi yang menempati rumah nomor 51 pun masih tidak percaya atas penangkapan tetangganya itu. "Apa mungkin ya dia kan bekas pejabat negara juga, pensiunan jenderal," kata Wahyudi.

    Wahyudi mengatakan Pak Haji Sony seorang pribadi yang bergaul dengan tetangga, "suka menyanyi karaoke bersama kami di warung Kepo depan cluster. Bahkan pernah ceramah di masjid beberapa kali,"ujar Wahyudi.

    Selain Sony, polisi juga menangkap seorang dosen IPB bernama Abdul Basit dan beberapa pria berinisial S alias L, YF, AU, dan OS. Kelima orang ini ditangkap di jalan Maulana Hasanuddin Cipondoh setelah pulang dari rumah Sony di Taman Royal.

    Sony Santoso dan dosen IPB Abdul Basit serta para tersangka lain ditangkap karena diduga menginisiasi dan menggerakkan pembuatan bom molotov untuk demonstrasi Mujahid 212 yang berlangsung Sabtu 28 September 2019.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.