Cerita Warga yang Susah Pulang Akibat Rentetan Demo di DPR

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rel di Stasiun Palmerah saat ditutup sementara ketika terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa yang menolak UU KPK dan RKUHP dengan kepolisian di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 30 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana rel di Stasiun Palmerah saat ditutup sementara ketika terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa yang menolak UU KPK dan RKUHP dengan kepolisian di kawasan Senayan, Jakarta, Senin, 30 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Rentetan demo di DPR terjadi hampir selama sepekan belakangan ini sedikit banyak membawa pengaruh terhadap aktivitas di ibu kota. Ada yang tidak terlalu mempersoalkan, namun ada juga yang merasa terganggu. Apalagi jika demo berujung kericuhan.

    Mereka yang merasa terganggu adalah para penumpang KRL yang biasa mengakses Stasiun Palmerah. Salah satunya adalah Wati, warga Gading Serpong yang bekerja di Jakarta. Selama demo berlangsung, ia kesulitan untuk pulang.

    “Saya jadi susah pulang karena demo ini. Mau naik MRT juga enggak bisa karena MRT hanya sampai Lebak Bulus, sedangkan rumah saya di Gading Serpong,” kata Wati di stasiun Palmerah, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Ratna, penumpang lainnya, mengeluhkan hal yang sama. Pekerja di kawasan Casablanca ini mengaku akibat demo, ia harus mengeluarkan ongkos lebih untuk pulang karena stasiun tidak bisa diakses. “Ongkos pulang menuju Serpong jadi lebih mahal. Jadi harus pakai mobil, karena kalo enggak ya saya enggak bisa pulang,” kata dia.

    Ia pun berharap agar demo ini tidak berlarut-larut sehingga tidak merugikan pihak-pihak lain, khususnya bagi mereka yang mencari nafkah.

    Selama beberapa hari demo berlangsung di gedung DPR, situasi di sekitar Kompleks Parlemen terimbas dampaknya. Salah satunya ke Stasiun Palmerah yang ada di belakang kompleks itu. Beberapa kali kerusuhan pecah di sana sehingga stasiun dan kawasan sekitarnya tak bisa diakses warga.

    Akibatnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga tak bisa mengoperasikan KRL dari dan menuju Palmerah. Penumpang relasi Serpong bisa mengakes layanan dari Stasiun Kebayoran. Sedangkan penumpang yang mau menuju Tanah Abang, disarankan menggunakan transportasi lain.

    Selain pekerja seperti Wati dan Ratna, pedagang kaki lima atau PKL di sekitar stasiun merasakan dampak demo di DPR. Salah seorang PKL yang menjual jajanan telur gulung mengaku pendapatanya turun selama demo. “Jangankan untung, modal aja enggak balik. Cepat-cepat aja deh kelar demo supaya jualan saya juga enggak terganggu," kata dia.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA | NC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.