Antisipasi Demo, Ini Rekayasa lalu Lintas Sekitar Istana Negara

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penutupan Jalan Gatot Subroto dari kolong jalan layang dekat Ladokgi TNI AL hingga Slipi yang ditutup total sejak pagi pada Kamis, 26 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    Penutupan Jalan Gatot Subroto dari kolong jalan layang dekat Ladokgi TNI AL hingga Slipi yang ditutup total sejak pagi pada Kamis, 26 September 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sekitar Istana Negara untuk mengantisipasi rencana demonstrasi pada hari ini, Senin, 14 Oktober 2019. Pengalihan arus lalu lintas itu disampaikan oleh Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir.

    Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Barat dari arah Selatan dan Utara ditutup dan diarahkan menuju Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Medan Merdeka Selatan.

    Akses Jalan Majapahit ditutup dan diarahkan ke Jalan Hayam Wuruk. Pengguna kendaraan dari Jalan Veteran dapat melewati Jalan Suryopranoto. Masyarakat dapat melanjutkan perjalanan melewati Jalan Ir Haji Juanda.

    Selain itu akses Jalan Medan Merdeka Utara turut ditutup dan dialihkan ke Jalan Perwira. Akses Jalan Veteran 1, Veteran 2 dan Veteran 3 juga ditutup sehingga pengguna jalan dapat melalui Jalan Veteran menuju Jalan Suryopranoto, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Ir Haji Juanda.

    Polisi juga menempatkan water barrier dan kawat berduri dalam penutupan jalan di sekitar istana. Penutupan akses jalan di area Istana Negara mulai berlangsung sejak pukul 09.48 WIB.

    Selain menutup jalan, Polda Metro Jaya juga menurunkan 315 personel Polantas dan menyiapkan sebanyak 5.500 petugas gabungan TNI- Polri untuk mengamankan wilayah DKI Jakarta.

    Pengerahan ribuan personel keamanan dan rekayasa lalu lintas itu merupakan bentuk preventif Kepolisian dari unjuk rasa yang diperkirakan digelar hari ini. Namun Polda Metro Jaya belum mendapatkan keterangan secara resmi untuk acara demo dari pihak manapun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.