Kajian Perluasan Kota Bogor Sudah 20 Persen, IPB Gandeng 3 Pihak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IPB Terapkan Green Transportation di Kampusnya(Komunika Online)

    IPB Terapkan Green Transportation di Kampusnya(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Bogor -Rektor IPB University Arif Satria menyebutkan kajian untuk perluasan wilayah Kota Bogor sudah mencapai 20 persen sejak dimulai oleh tim risetnya.

    Perluasan Kota Bogor itu ingin menambah wilayah dengan meminta sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Kajian sudah melalui koordinasi dan komunikasi dengan semua lembaga pemerintah dan bakal selesai hingga awal tahun 2020.

    Arif Satria menegaskan bahwa pada prinsipnya perluasan wilayah Bogor, harus ada atau melalui kajian ilmiahnya dan kajian itu ada ilmunya yaitu Regional Planing.

    Oleh karena itu IPB melakukan kajian yang kemudian akan direkomendasikan kepada pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk diambil kebijakan.

    "Kita tidak ingin ini itu dan lain sebagainya. Kami murni melakukan kajian untuk kepentingan masyarakat," ujar Arif di Aula Inovasi IPB University, Dramaga, Bogor, Sabtu 19 Oktober 2019.

    Kajian Regional Planing tersebut, sudah biasa bagi IPB dan sudah meliputi semua aspek, seperti lingkungan, sosial ekonomi, kemasyarakatan, kelembagaan dan politiknya. "Itu penting karena kami ingin holistik dan tinggal nanti pemerintah mengambil kebijakannya," Arif menambahkan.

    Dalam kajian ini pun IPB sudah berkomunikasi tidak hanya dengan Kota Bogor, tapi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    "Mungkin kajian ini selesai di awal tahun 2020 dan hasilnya kami langsung serahkan," ujar Arif lagi.

    Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyebut dirinya menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh IPB University. Karena hasilnya akan dijadikan acuan untuk mengambil langkah apa saja yang harus di persiapkan olehnya dalam perluasan wilayah Kota Bogor ke depan termasuk pembangunannya.

    "Kita menunggu kajian itu selesai dulu, baru nanti kami bicarakan lagi apa saja yang menjadi kebutuhannya," kata Dedie, Rabu 16 Oktober 2019.

    Dedie menyebut perluasan wilayah Kota Bogor bukan hanya berbicara kepentingan Pemerintah Kota Bogor, namun hal itu adalah untuk mendekatkan pelayanan masyarakat terutama administratifnya. "Kan kalau gabung warga bisa lebih dekat mengurusi kebutuhannya," ucap Dedie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.