DKI Bagikan 822 Ribu Liter Air ke Warganya yang Terdampak Kemarau

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual air bersih saat mengisi air ke dalam jeriken di Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2019. Banyaknya permintaan air bersih di daerah Utara saat musim kemarau seperti ini dimanfaatkan penjual air bersih untuk mengais rezeki. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Penjual air bersih saat mengisi air ke dalam jeriken di Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa, 23 Juli 2019. Banyaknya permintaan air bersih di daerah Utara saat musim kemarau seperti ini dimanfaatkan penjual air bersih untuk mengais rezeki. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 822 ribu liter air bersih diklaim sudah disalurkan kepada warga Jakarta yang mengalami kesulitan air bersih dampak kemarau tahun ini. Kekeringan sumber air terjadi di 47 RT setelah tak diguyur hujan lebih dari 60 hari. 

    Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Iwan Ibrahim mengatakan penyaluran dilakukan PDAM Jaya dan tim Satgas Air Bersih. PDAM melakukannya khusus warga Jakarta yang menjadi pelanggan mereka. 

    "Tapi kalau kekeringan karena air sumur dibantu oleh Satgas Air Bersih Pemprov DKI Jakarta dan dinas-dinas terkait," ujar Iwan, Jumat 25 Oktober 2019.

    Menurut catatan BPBD DKI Jakarta, kekeringan melanda warga Ibu Kota di 47 RT. Mereka tersebar di wilayah Jakarta Barat (Kelurahan Kalideres, Pegadungan, Kamal dan Semanan); Jakarta Utara (Kelurahan Pejagalan dan Kamal Muara); serta Jakarta Timur (Kelurahan Ceger, Bambu Apus, Dukuh dan Munjul).

    "Catatan kami dari keseluruhan warga terdampak itu adalah 27.796 jiwa," kata Iwan.

    Selain kemarau, Jakarta juga dibekap cuaca panas selama beberapa hari terakhir. BMKG dalam keterangannya menjelaskan kalau cuaca panas akibat gerak semu matahari di sisi selatan katulistiwa atau termasuk di atas wilayah Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.