Racun Timbal di Taman Bermain Jakarta, Ini yang Akan Dilakukan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) mini di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. RPTRA mini disediakan untuk penumpang yang membawa anak-anak agar tetap nyaman saat menunggu kedatangan bus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pekerja menyelesaikan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) mini di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Ahad, 26 Mei 2019. RPTRA mini disediakan untuk penumpang yang membawa anak-anak agar tetap nyaman saat menunggu kedatangan bus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI menemukan kandungan timbal dalam cat yang digunakan di infrastruktur Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Ini mengkonfirmasi temuan Yayasan Nexus3 dalam sebuah jaringan riset internasional terkait Pekan Pencegahan Keracunan Timbal Internasional 22-28 Oktober 2019.

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita mengatakan, telah mengecek langsung setelah menerima laporan soal kandungan logam berat yang bisa mengganggu tumbuh kembang otak pada anak tersebut. "Sudah di-tag lokasi-lokasinya memang terdapat di beberapa taman kami, termasuk yang di Menteng," katanya saat ditemui di keramaian Karnaval Jakarta Langit Biru di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu 27 Oktober 2019.

    Menurut Suzi, pembangunan TMB dikerjakan oleh Dinas Kehutanan DKI. Sedang pengelolaan RPTRA menjadi tugas Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP). Suzi berjanji bakal menjalin koordinasi untuk langkah selanjutnya, mengecek penggunaan cat di seluruh taman dan RPTRA.

    Suzi menyebut, dirinya belum mengantongi angka pasti ihwal jumlah taman dan RPTRA yang terpapar cat bertimbal. Hasil penelitian Nexus3 akan digunakannya sebagai bahan evaluasi. "Jadi di dalam kajian tersebut memang lebih banyak RPTRA. Jadi taman itu hanya beberapa," ujar Suzi.

    Sebelumnya, Yayasan Nexus3 menyatakan telah menguji kandungan cat pada beragam alat dan prasarana bermain di 32 taman di lima wilayah Jakarta. Hasilnya, 69 persen peralatan bermain yang diperiksa mengandung racun timbal. Konsentrasinya jauh melebihi batas yang ditetapkan Program Lingkungan PBB (UNEP) yang sebesar 90 ppm.

    Hasil penelitian Nexus3 menjadi bagian dari riset internasional di lima kota di lima negara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Meksiko). Telah dipublikasikan bertepatan dengan Pekan Internasional Pencegahan Keracunan Timbal, hasil riset itu juga telah disampaikan ke Balai Kota DKI pada Jumat pekan lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.