Kenang Afridza Munandar, Direktur Sirkuit Sentul: Giat Berlatih

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    TEMPO.CO, Bogor - Tinton Suprapto selaku Direktur Utama Sirkuit International Sentul mengaku kehilangan pembalap motoGP Afridza Munandar. Menurut Tinton, setiap tiga hari di akhir pekan, dirinya selalu bersama Afridza yang rajin berlatih di sana hingga kini menjadi pembalap berprestasi.

    "Di sini (sirkuit Sentul) tempat lahirnya para pembalap World Brand, termasuk Afridza," ujar Tinton di kantornya, Senin, 4 November 2019.

    Tinton menceritakan semasa hidup, Afridza giat dalam berlatih. Pembalap asal Tasikmalaya itu juga sangat telaten dan teliti. Ia mengaku hampir setiap pekan bersama dengan Afridza, bahkan seringkali salat Jumat bersama.

    Afridza, kata Tinton, tidak banyak mengeluh meski berlatih di sirkuit 'seadanya' yang dikelola oleh Tinton. Ia lantas menyinggung kondisi sirkuit yang masih apa adanya meski sejimlah pejabat pemerintah pernah berkunjung ke sana. "Padahal dari sini semua pembalap kebanggan Indonesia lahir," ujarnya.

    Afridza Munandar meninggal karena cedera yang diderita dalam kecelakaan balap motor Asia Talent Cup yang digelar bersamaan dengan MotoGP Malaysia Grand Prix di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu, 2 November 2019. Di lap pembuka, pada Turn 10, Afridza terlibat kecelakaan dengan pembalap Jepang Shinji Ogu. Balapan langsung dihentikan setelah kecelakaan tersebut dengan kedua pembalap mendapatkan perawatan medis.

    Mengenai meninggalnya Afridza di Sirkuit Sepang Malaysia, Tinton berharap pihak Astra Honda Motor menyelediki dan membuat kajian atas kecelakaan tersebut. Sebab, kata dia, saat kejadian Afridza dikatakan menabrak pembalap di depannya sehingga ia terjatuh. "Itu kan di lap awal bisa saja ban nya belum panas, atau helm nya sudah tidak layak sehingga menyebabkan luka serius di kepalanya," kata Tinton.

    Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, mengatakan Afridza Munandar tidak akan pernah tergantikan. Namun demi keberlangsungan dunia balapan, baik tingkat daerah hingga nasional, pihaknya akan terus membuat event agar terlahir kembali altet-atlet balap yang bisa menjadi kebanggan bersama, khususnya bagi Kabupaten Bogor. "Pembibitan terus kami lakukan dan kami percayakan event balap kepada IMI Bogor, kami hanya support di pendanaan," kata dia.

    Jenazah Afridza Munandar rencananya hari ini akan tiba di tanah air. Pihak keluarga merencanakan pemakaman esok di kampung halaman Afridza di Tasikmalaya setelah disemayamkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.