Pimpin Upacara Hari Korpri, Anies Ingatkan Pentingnya Inovasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti upacara Hari Korpri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 29 November 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai mengikuti upacara Hari Korpri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 29 November 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara Hari Korps Pegawai Republik Indonesia ke-48 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2018. Dalam upacara itu Anies membacakan sambutan Presiden Joko Widodo.

    "Guna menghadapi tantangan yang semakin besar, saya mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, terus menerus melakukan inovasi. Inovasi adalah ruhnya birokrasi. Saya ingin, kita semua menjadi birokrasi yang inovatif," kata Anies dalam sambutannya di upacara Hari Korpri.

    Saat ini, kata Anies, pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi melalui inovasi pemerintah yang menerapkan e-Government. Pemerintahan yang berbasiskan elektronik diyakini akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, murah dan mampu meminimalkan praktek korupsi.

    "Reformasi birokrasi ini adalah upaya kita bersama untuk berhijrah menuju birokrasi yang lebih baik," kata Anies.

    Anies mengatakan presiden berharap Korpri tidak boleh lengah di era revolusi industri 4.0. Pelayanan publik sudah tidak lagi mencukupi, tapi juga harus meliputi pelayanan yang baik dan diimbangi dengan
    kemudahan serta kecepatan.

    Misalnya Pembuatan Kartu Keluarga, Pembuatan Akte Kelahiran, SIM dan paspor, tidak perlu lagi tatap muka di kantor pelayanan publik. Cukup semua data dikirimkan secara online atau melalui smartphone dan hanya tinggal diambil ketika sudah selesai.

    Dari intisari sambutan presiden itu, Anies menggaris bawahi pentingnya untuk selalu melakukan inovasi. Karena birokrasi itu, menurut dia, bekerja mengikuti prosedur, sementara tantangan di masyarakat selalu berubah. "Karena itu harus selalu inovatif, prosedurnya diperbaiki, prosedurnya disesuaikan dengan kondisi perubahan zaman," kata dia.

    Selain itu, kata Anies, prosedur itu diperlukan agar pelayanan memiliki standar yang sama di semuanya. Misalnya pengurusan KTP, kata Anies lagi, mesti ada prosedurnya, supaya di kelurahan manapun itu dilayani dengan sama. "Tapi prosedur itu sendiri harus terus menerus dilakukan inovasi," ujarnya.

    Sambutan dari Presiden tersebut adalah instruksi untuk dilaksanakan bagi semua jajaran di instansi pemerintah. "Jadi tadi saya sampaikan setelah saya selesai membacakan, camkan pesan bapak Presiden dan kemudian laksanakan. Nanti pak Kepala BKD, naskah sambutan bapak Presiden disebarkan lewat grup-grup yang ada, sehingga seluruh jajaran membaca," kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.