Kasus Hepatitis A di Depok Jadi KLB, Ini Kata Orang Tua Murid

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    Dua di antara sejumlah siswa SMPN 20 yang masih dirawat di RSUD Kota Depok karena terjangkit virus Hepatitis A, Kamis 28 November 2019. Dinas Kesehatan setempat memberlakukan status KLB parsial di sekolah itu. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta -Para orang tua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Kota Depok menyambut baik adanya peningkatan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus penyebaran virus Hepatitis A.

    Seperti dikatakan Nurkomala, 38 tahun. Ia mengatakan, dengan adanya peningkatan status KLB diharapkan respon pemerintah dalam menangani kasus Hepatitis A itu dapat maksimal.

    “Kami dan beberapa orang tua lainnya menanggapi positif, ini untuk kesehatan anak anak kami,” kata Komala dikonfirmasi Tempo, Jumat 29 November 2019.

    Komala menambahkan, meski begitu dirinya tetap berharap agar ada jaminan terhadap anaknya supaya tidak lagi tertular penyakit tersebut. “Saya sih pengen gitu, Menteri Kesehatan bikin kebijakan vaksin massal untuk anak-anak di Depok,” kata Komala.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, tidak merekomendasikan untuk dilakukan vaksinasi untuk menanggulangi penyakit hepatitis A.

    “Vaksinasi itu terbuat dari bibit penyakit (virus), sementara penderita Hepatitis itu sedang melakukan perlawanan terhadap virus,” kata Novarita.

    Sehingga, lanjut Novarita, penanggulangan yang baik dalam mengatasi Hepatitis A adalah meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

    “Hepatitis A itu bisa sembuh dengan sendirinya, tergantung kekuatan daya tahan tubuh, semakin kuat daya tahan tubuh, semakin cepat penyakit sembuh,” kata Novarita.

    Novarita menambahkan, langkah antisipasi juga dapat dilakukan hanya dengan melakukan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

    “Penularan hepatitis A itu melalui makanan juga faktor kebersihan, kalau lakukan PHBS, minimal bisa terhindar dari virus itu,” kata Novarita.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok akhirnya menaikkan status menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari sebelumnya KLB Parsial terkait penyebaran kasus virus Hepatitis A.

    Novarita mengatakan, dengan adanya penetapan status KLB tersebut, pihaknya menyediakan anggaran yang dikhususnya dalam penanganan kasus virus Hepatitis A. “Jadi selama masa KLB ini, bagi masyarakat kota depok yang positif terjangkit virus Hepatitis A, seluruh biaya perawatannya ditanggung Pemkot Depok,” demikian Novarita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?