Ledakan Granat Asap di Monas, Transjakarta Beroperasi Normal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Layanan Transjakarta tetap beroperasi normal, meski ledakan granat asap terjadi di kawasan Monas pada Selasa pagi.

    Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposanjoyo, menyampaikan insiden yang menyebabkan timbulnya dua korban ini, tidak memberikan imbas gangguan pada layanan Transjakarta di sekitar lokasi kejadian.

    "Sampai saat ini layanan tetap beroperasi normal," ujar Nadia saat dihubungi di Jakarta, Selasa siang.

    Nadia menyebut pelanggan Transjakarta tetap bisa beraktivitas normal dan nyaman dengan menggunakan moda transportasi ini.

    Petugas melakukan olah TKP lokasi kejadian ledakan di Monas, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Dua korban yang terluka ketika sedang melaksanakan olah raga bersama dengan jalan santai personel Garnisun. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di kawasan Monas saat beberapa anggota TNI berolah raga pada Selasa pagi. Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya telah mengerahkan tim guna menyelidiki ledakan yang melukai dua anggota TNI, yakni Serma Fajar dan Praka Gunawan.

    Kapolda Metro Jaya Insepktur Jendral Polisi Gatot Eddy Pramono menyebutkan ledakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) berasal dari granat asap yang ditemukan oleh anggota TNI.

    "Dugaan sementara hasil temuan tim di lapangan, berasal dari granat asap," ujar Gatot dalam jumpa pers di kawasan Monas, Selasa pagi.

    Gatot menyebutkan, tim dari Pusat Laboratorium dan Forensik Polri menyelidiki dugaan granat asap tersebut bisa meledak tiba-tiba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.