Pengangguran di Kabupaten Bekasi Tinggi, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bappenas Rancang Asuransi Pengangguran Korban PHK

    Bappenas Rancang Asuransi Pengangguran Korban PHK

    TEMPO.CO, Bekasi -Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat jumlah pengangguran di wilayah setempat lebih dari 150 ribu jiwa. Dibandingkan jumlah penduduk sebanyak 3,7 juta jiwa, angka itu setara empat persen.

    "Jumlah pengangguran ini menjadi tertinggi keempat di Jawa Barat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju di Cibitung, Senin, 16 Desember 2019.

    Menurut dia, pengangguran berdatangan dari luar Bekasi karena migrasi. Hal ini diketahui berdasarkan data pertumbuhan penduduk dimana faktor urbanisasi mencapai empat persen dalam setiap tahun. "Pertumbuhan dari angka kelahiran sangat kecil," ucap Uju.

    Menurut dia, pertumbuhan penduduk akibat migrasi di Kabupaten Bekasi mencapai tinggi disebabkan wilayahnya terdapat kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Uju menyebut ada lebih dari lima ribu perusahaan nasional dan Internasional di wilayahnya.

    Sedangkan nilai upah minimum di Kabupaten Bekasi pada tahun depan menjadi yang tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang. Nilainya mencapai Rp 4,49 juta mulai awal 2020 mendatang.

    Uju mengatakan, hal ini menjadi beban dan tantangan bagi pemerintah daerah. Karena itu, pengangguran yang sekarang mencapai 150 ribu lebih harus ditekan. "Kami sudah memiliki regulasi tentang perluasan tenaga kerja," katanya.

    Tapi, dalam regulasi tersebut penyerapan tenaga kerja diprioritaskan bagi penduduk lokal atau asli Bekasi. "Kami secara bertahap ingin pengangguran di Bekasi menurun, baik dari segi presentasi maupun angka," ucap Uju.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.