Kelabui Korban, Pelaku Penipuan Rumah Syariah Sewa 16 Mobil

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat tersangka kasus penipuan pengembang perumahan berkedok syariah saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 16 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Empat tersangka kasus penipuan pengembang perumahan berkedok syariah saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 16 Desember 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komplotan penipu berkedok rumah syariah, yakni Moch. Arianto, Suswanto, Cepi, dan Supikatun memiliki berbagai cara untuk mengelabui korbannya. Salah satunya dengan meyakinkan mereka dengan memiliki 16 mobil dan kantor di kawasan elit.

    "Dia perlihatkan kepada konsumen termasuk kantor di Kebayoran Square yang katanya miliknya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu, 18 Desember 2019.

    Namun setelah ditangkap dan ditelusuri, Yusri mengatakan ke-16 mobil dan satu unit kantor itu hanya sewaan saja. Properti itu para pelaku gunakan untuk meyakinkan calon korban.

    Yusri mengatakan sampai saat ini, polisi hanya berhasil menyita sejumlah uang surat berharga, buku tabungan serta ATM. Polisi masih menelusuri ke mana larinya uang para korban yang nilainya mencapai Rp 40 miliar.

    "Pengakuannya mereka gunakan untuk pembebasan lahan, ada juga bayar pegawai, dan administrasi," kata Yusri.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali membongkar penipuan rumah berkedok pengembang syariah. Adapun nama dari perusahaan pengembang tersebut adalah Amanah City Islamic Supeblock.

    Untuk mengiming-imingi korban, para pelaku menjanjikan rumah dengan harga murah tanpa BI checking, tanpa denda dan cicilan ringan. Selain itu, mereka menjanjikan perumahan dengan konsep syariah dan islami.

    Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan jumlah korban yang sampai saat ini melapor ada 3.680 orang. Gatot tak menutup kemungkinan bertambahnya jumlah korban serta pelaku penipuan. "Tersangka saat ini ada empat, kami masih mengejar yang lainnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.