Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cerita Korban Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Lapor Polisi, Alami Kerugian Rp 30 Juta

image-gnews
Ilustrasi penipuan investasi. Pexels/Mikhail Nilov
Ilustrasi penipuan investasi. Pexels/Mikhail Nilov
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aloysius Bernanda Gunawan menjadi korban penipuan beasiswa S3 ke Filipina. Dia melaporkan seseorang inisial Bambang Tri Cahyono (BTC) ke Polres Metro Bekasi Kota pada 8 April 2024 dengan nilai kerugian Rp 30 juta.

Program pendidikan yang dia ikuti itu akan dilaksanakan di Philippine Women's University pada 2024 di Manila dengan skema beasiswa parsial doktoral. “Kuliah sampai lulus S3 untuk enam trimester, lulus 2026,” ucapnya saat dihubungi, Selasa, 14 Mei 2024.

Program beasiswa ini awalnya diketahui oleh Aloysius melalui iklan di media sosial TikTok dan Facebook yang salah satunya milik Bambang pada Desember 2023. Lalu dia bertanya kepada kontak yang bisa dihubungi dalam iklan tersebut.

Nomor yang dia hubungi langsung kepada BTC sebagai Direktur Utama PT PSI. Lalu dia mendapatkan penjelasan lebih detail soal program beasiswa parsial tersebut dan diyakinkan bahwa ini bukan penipuan.

Selain Bambang, kata Aloysius, ada seorang karyawan PT PSI inisial YH yang juga ikut meyakinkan kebenaran program ini. Dia pun akhirnya ikut serta dan tergabung bersama calon mahasiswa lain dalam angkatan V.

Menurut Aloysius, program ini mendapatkan testimoni positif dari peserta angkatan sebelumnya. “Sebenarnya ada kecurigaan, tapi karena angkatan I sampai III berjalan lancar, maka kami tidak curiga,” katanya.

Akhirnya Aloysius setuju untuk ikut dan mentransfer dua kali, yaitu Rp 15 juta pada 14 Desember 2023 dan Rp 15 juta pada 18 Desember 2023. Rekening yang dituju atas nama PT BSI.

Setelah pembayaran, dia mendapatkan tanda terima bukti pembayaran melalui sebuah surat elektronik. Dalam kop surat elektronik itu mengatasnamakan “The Philipphine Women’s University” beserta logo kampus.

Aloysius dimasukkan ke dalam grup WhatsApp bersama peserta lain dan juga BTC. Mereka berkomunikasi melalui grup tersebut, namun pada 1 Maret 2024, BTC tiba-tiba mengabarkan bahwa tidak diperbolehkan lagi untuk mempromosikan beasiswa Rp 30 juta.

Menurut bukti yang Aloysius tunjukkan, BTC mengabarkan bahwa calon mahasiswa S3 angkatan V dipindahkan ke ASEAN Univesity International, Malaysia. Padahal calon mahasiswa angkatan sebelumnya tidak pernah dialihkan dari kampus tujuan pertama. “Kalau kami kemarin sempat mau dialihkan,” tutur Aloysius.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Akhirnya melalui grup tersebut, BTC mengumumkan tidak bisa melanjutkan program beasiswa di Philipphine Women’s University karena kesalahan pengelolaan dana yang dia lakukan. Dia menyatakan bakal mengembalikan uang para calon mahasiswa dalam waktu yang tidak ditentukan.

Kepada Aloysius, BTC disebut menjanjikan akan mengembalikan uang pada 5 Mei 2024, namun saat ini belum juga ditunaikan. Aloysius mengatakan saat ini sejumlah korban lain juga mendatangi tempat tinggal BTC di Jakarta, tapi tidak dapat ditemui.

Jumlah korban yang dia perkirakan sebanyak 207 orang, namun jumlah kerugian per orang diperkirakan berbeda. “Total kerugian ada Rp 6,2 miliar,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Firdaus mengatakan kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan. BTC juga telah dimintai keterangan satu kali untuk klarifikasi laporan terhadapnya.

Firdaus mengatakan, BTC tidak mampu mengembalikan semua uang para korban. “Dari hasil pemeriksaan, uangnya itu untuk kepentingan pribadi,” ujarnya saat dihubungi terpisah pada hari ini.

Penggunaan uang untuk kepentingan pribadi itu di antaranya disalurkan pada trading aset komoditas berjangka. Namun Firdaus belum memastikan apakah itu untuk trading kripto atau bukan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya juga dari pihak korban. Menurut Firdaus, kasus ini juga dimungkinkan untuk naik ke tahap penyidikan.

Tempo telah berupaya menghubungi BTC melalui WhatsApp, namun kontaknya belum merespons. Sedangkan Suhendar sebagai pengacara BTC juga belum bisa memberikan tanggapan atas kasus ini.

Pilihan Editor: KPK Sebut Eks Dirut PTPN XI Mark Up Anggaran untuk Beli Lahan Tebu

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Petugas TPST Bantargebang Tewas Terikat, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pembunuh

1 jam lalu

Lokasi ditemukannya Waryanto, pegawai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, yang ditemukan tewas dengan tangan terikat dan ditemukan di kolam. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Petugas TPST Bantargebang Tewas Terikat, Polisi Kantongi Identitas Dua Terduga Pembunuh

Polisi sudah mengantongi identitas dua terduga pelaku pembunuhan petugas TPST Bantargebang.


Marak Aksi Pemalsuan, Begini 3 Cara Cek Keaslian Sertifikat Tanah

4 jam lalu

Ilustrasi sertifikat tanah. Istimewa
Marak Aksi Pemalsuan, Begini 3 Cara Cek Keaslian Sertifikat Tanah

Memastikan keaslian sertifikat tanah adalah langkah krusial untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.


Kerja Sama dengan 162 Kampus, Baznas Luncurkan Program Beasiswa 2024

16 jam lalu

Menteri Agama RI, KH. Yaqut Cholil Qoumas, Ketua BAZNAS RI, KH. Noor Achmad, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI berfoto bersama saat peLuncurkan Program Beasiswa Dalam Negeri dan Mahad Aly 2024 yang bekerja sama dengan 162 kampus di Indonesia di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Selasa,23 Juli 2024.
Kerja Sama dengan 162 Kampus, Baznas Luncurkan Program Beasiswa 2024

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri dan Mahad Aly 2024


4 Cara Mematikan Notifikasi TikTok yang Mengganggu

17 jam lalu

Beberapa cara untuk top up koin TikTok, yaitu melalui website resmi dan aplikasi TikTok. Berikut ini informasi tata cara dan harganya. Foto: Canva
4 Cara Mematikan Notifikasi TikTok yang Mengganggu

Notifikasi TikTok yang terlalu sering tentunya cukup mengganggu. Berikut ini cara mematikan notifikasi TikTok lewat HP maupun aplikasinya.


Puluhan Biduan Depok Tertipu Arisan Bodong, Kerugian Rp3,5 Miliar

1 hari lalu

Puluhan biduan bersama kuasa hukumnya, Rudi Samin melaporkan dugaan arisan bodong ke Polres Metro Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Senin, 22 Juli 2024. Foto : Istimewa
Puluhan Biduan Depok Tertipu Arisan Bodong, Kerugian Rp3,5 Miliar

Korban dugaan penipuan arisan bodong di Depok sekitar 70 orang dengan nilai setoran bervariasi mulai dari Rp8 juta hingga Rp500 juta.


Begini 5 Cara Mendapatkan Koin TikTok Tanpa Harus Membeli

2 hari lalu

Logo TikTok (tiktok.com)
Begini 5 Cara Mendapatkan Koin TikTok Tanpa Harus Membeli

Jika Anda ingin mendapatkan koin TikTok tanpa harus membeli, berikut beberapa cara yang bisa Anda coba.


Kompetisi Bernyanyi TikTok Gimme The Mic 2024 Dibuka, Ini Syarat Daftar dan Hadiahnya

3 hari lalu

TikTok Gimme Mic 2024. Foto: TikTok.
Kompetisi Bernyanyi TikTok Gimme The Mic 2024 Dibuka, Ini Syarat Daftar dan Hadiahnya

TikTok Gimme The Mic di tahun ini memiliki visi dan misi lebih besar, yaitu membawa enam musisi berbakat yang terpilih tampil di panggung besar.


Anak Perwira Polisi di Bogor Diduga Tipu Puluhan Orang, Kerugian Ditaksir Rp7 Miliar

4 hari lalu

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menunjukkan barang bukti pencurian pikap dalam konferensi pers, Jumat, 22 Maret 2024. Foto: ANTARA/Shabrina Zakaria
Anak Perwira Polisi di Bogor Diduga Tipu Puluhan Orang, Kerugian Ditaksir Rp7 Miliar

Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso membenarkan kantornya menerima laporan dugaan penipuan yang dilakukan anak perwira polisi


Ketahui Syarat Khusus Pendaftaran Beasiswa LPDP

4 hari lalu

LPDP. lpdp.kemenkeu.go.id
Ketahui Syarat Khusus Pendaftaran Beasiswa LPDP

Selain syarat umum, peserta beasiswa LPDP juga harus memenuhi syarat-syarat khusus. Apa saja?


Ingin Daftar Beasiswa LPDP? Perhatikan 17 Syarat Umum Ini

4 hari lalu

LPDP. lpdp.kemenkeu.go.id
Ingin Daftar Beasiswa LPDP? Perhatikan 17 Syarat Umum Ini

Ini 17 syarat yang perlu dipenuhi untuk melakukan pendaftaran beasiswa LPDP.