Bantu Korban Puting Beliung, Ratusan Orang Akan Gerebek Mauk

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Wegil, Pati, Jawa Tengah, Jumat, 1 November 2019. Angin puting beliung tersebut menyebabkan sedikitnya 8 rumah rusak  berat dan ringan, serta 1 rumah roboh. ANTARA

    Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung di Desa Wegil, Pati, Jawa Tengah, Jumat, 1 November 2019. Angin puting beliung tersebut menyebabkan sedikitnya 8 rumah rusak berat dan ringan, serta 1 rumah roboh. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Sebanyak 500 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, ormas, dan masyarakat lainnya diterjunkan membantu membangun kembali rumah penduduk yang porak poranda gara-gara puting beliung di Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan bernama 'Gerebek Mauk' ini diinisiasi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

    "Kegiatan ini bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap warga yang terkena musibah di Mauk. Semoga bisa meringankan beban mereka," kata Zaki Jumat 20 Desember 2019.

    Camat Mauk Arif Rahman Hakim menerangkan, Gerebek Mauk akan dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu dan Ahad, 21 dan 22 Desember 2019. Mereka fokus pembenahan rumah warga di lima desa dan membangunnya ulang akibat puting beliung pada Kamis pekan lalu.

    "Arahan bupati Ahad sudah beres semua rumah yang terkena dampak," kata Arif.

    Menurutnya dari 375 rumah di lima desa terdampak amuk angin itu, sebagian besar sudah dibangun kembali secara swadaya atau dibantu para relawan. Gerebek Mauk rencananya tinggal menyasar 38 unit rumah rusak berat dan rusak total.

    "Rumah- rumah ini yang akan digerebek oleh Pak Bupati supaya lebih cepat tuntas," kata Arif menambahkan.

    Puting beliung menerjang lima desa di Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang Kamis 12 Desember 2019. Ratusan rumah warga ambruk, beruntung tidak ada korban jiwa. Dampak terparah terdata dialami di dua desa, Tanjung Anom dan Tegal Kunir Lor. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.