Fraksi PSI DKI Kembalikan Sisa Uang Reses Rp 752 Juta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta saat konferensi pers mengenai proses pemilihan calon Wakil Gubernur DKI di kantor DPP PSI, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis 4 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta saat konferensi pers mengenai proses pemilihan calon Wakil Gubernur DKI di kantor DPP PSI, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis 4 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Delapan anggota Fraksi PSI DPRD DKI mengembalikan uang sisa reses mereka sebesar Rp 752 juta ke kas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Juru Bicara DPW Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta atau DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest, mengapresiasi langkah Fraksi PSI DPRD DKI itu.

    Menurut Rian, pengembalian uang reses itu diharapkan bisa membangun tradisi politik baru dalam mengelola uang rakyat. "Ini adalah bagian dari menunaikan janji politik PSI kepada para konstituen," kata Rian dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Desember 2019. "Bukan pencitraan."

    Dari total dana reses Rp 2,44 miliar, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta hanya menggunakan Rp1,68 miliar. Kelebihan dana reses sebesar Rp 752 juta telah dikembalikan ke kas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Kata Rian, poin utama kegiatan reses adalah menampung tanggapan, aspirasi dan pengaduan masyarakat. Dana reses digunakan untuk mendukung kegiatan itu secara optimal. "Tidak harus dipaksakan habis, apalagi jika digunakan di luar hal yang berkaitan dengan reses."

    Menurut Rian, dalam laporan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta kepada Sekretariat DPRD, partainya telah menggunakan dana reses secara optimal. Selama rangkaian reses dari tanggal 4 sampai 19 November 2019, mereka telah mengunjungi 102 titik lokasi dan menemui 11.600 warga untuk mencatat aspirasi, serta pengaduan mereka. "Kami akan ditindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam rapat-rapat di DPRD," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.