Penabrak Apotek Senopati Dijerat soal Narkoba

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah minibus menabrak apotek di daerah Senopati, Minggu, 27 Oktober 2019.

    Sebuah minibus menabrak apotek di daerah Senopati, Minggu, 27 Oktober 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menemukan barang bukti berupa kepemilikan narkoba jenis "happy five" di kediaman pria berinisial AS (19) yang menabrak Apotek Senopati pada Sabtu 28 Desember 2019. Polisi pun menjerat pengemudi tersebut dengan pasal kepemilikan narkoba.

    "Kemarin sore kami lakukan penggeledahan di apartemennya di sekitar Tangsel ditemukan satu butir lagi H-5 (happy five)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri di Jakarta, Minggu.

    Penemuan "happy five" di apartemen AS berlanjut berdasarkan hasil tes urine menunjukkan bahwa pemuda yang mengemudikan BMW hitam itu positif menggunakan narkoba.

    Selain itu, AS juga diketahui berkendara di bawah pengaruh alkohol sehabis mengunjungi salah satu diskotek di daerah Senopati.

    AS diketahui menggunakan narkoba jenis ganja serta obat penenang pada saat mengemudikan kendaraannya di daerah Senopati saat itu.

    "Memang kecelakaan tunggal, tapi ketika dicek urine yang bersangkutan memang baru selesai menggunakan obat penenang dan narkotika jenis ganja," kata Yusri.

    Mobil BMW hitam bernomor polisi B 610 MAG menerobos hingga ke bagian dalam bangunan Apotek Senopati sekitar pukul 05.42 WIB pada Sabtu (28/12).

    "Mobil dari arah selatan masuk sampai ke dalam apotek Senopati," demikian petikan keterangan dari akun Twitter @TMCPoldaMetro, di Jakarta.

    Dalam unggahan video berdurasi 49 detik di laman tersebut, terdengar suara laporan dari seorang petugas evakuasi yang mencium aroma alkohol dari dalam mobil yang menabrak apotek.

    Dengan temuan itu, polisi pun menjerat AS dengan pasal 114 dan 112, Undang-Undang tentang Narkoba dengan ancaman di atas lima tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.