Anies Sebut Banjir dari Hulu, Bupati Bogor: Emang Saya Avatar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) beserta anggota BPBD Kabupaten Bogor menyusuri Aliran Sungai Cileungsi yang tecemar limbah pabrik di Bojong Kulur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Oktober 2019. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil langkah akan menindak tegas pabrik yang membuang limbah ke sungai dan warga yang membuang sampah rumah tangga karena merusak kelestarian ekologi Sungai Cileungsi. ANTARA

    Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) beserta anggota BPBD Kabupaten Bogor menyusuri Aliran Sungai Cileungsi yang tecemar limbah pabrik di Bojong Kulur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Oktober 2019. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengambil langkah akan menindak tegas pabrik yang membuang limbah ke sungai dan warga yang membuang sampah rumah tangga karena merusak kelestarian ekologi Sungai Cileungsi. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor -Bupati Bogor, Ade Yasin, angkat bicara perihal pernyataan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang menyalahkan banjir di Jakarta adalah kiriman dari hulu sungai yang ada di Kabupaten Bogor. Anies menyebut jika Pemerintah Kabupaten Bogor bisa mengendalikan air, maka banjir di Jakarta tidak akan terjadi.

    "Maksudnya apa, emang saya Avatar yang bisa kendalikan air," ucap Ade Yasin saat meninjau lokasi bencana di Kecamatan Nanggung, dua hari lalu dan dikonfirmasi Tempo pada Sabtu 4 Januari 2020.

    Ade mengatakan selama ini sudah berupaya keras melakukan cara mulai dari normalisasi sungai, hingga pembersihan situ-situ untuk menampung air. Sehinga dia mengaku aneh kenapa masih disalahkan dan juga heran Anies menyebutkan banjir yang terjadi di Jakarta, akibat kiriman dari Bogor.

    "Jangan saling salahkan, harusnya masing-masing kepala daerah itu fokus terhadap permasalahan yang ada di wilayahnya," ucap Ade.

    Banjir yang terjadi di Jakarta akibat hujan yang terus menerus dan merata, sehingga mulai dari hulu hingga hilir terjadi luapan. Bahkan saat pertama hujan deras turun di mulai sejak Selasa sore 31 Desember 2019 hingga Rabu siang 1 Januari 2020, bahkan banjir pun tidak hanya melanda Jakarta di beberapa wilayah lainnya termasuk Kabupaten Bogor pun banjir melanda, bahkan korban tewas lebih banyak.

    "Harusnya saling gotong royong, pemerintah daerah, provinsi dan pusat dalam menanggulangi bencana ini, jangan menyalahkan," kata Ade sambil mengatakan dirinya bingung Anies Baswedan menyamakan dirinya dengan tokoh kartun yang punya kekuatan mengendalikan air.

    Ade mengatakan hujan yang turun juga bukan atas kemauannya, tapi sudah menjadi kehendak Tuhan. Dia pun menyebut susah atau tidak bisa melarang hujan turun, sehingga menanggapi pernyataan Gubernur Jakarta, Ade menyebut dirinya lebih mudah jika mengendalikan manusia dibanding air. "Permasalahan aliran air bukan tanggung jawab kami saja, tapi semuanya dan harus berkoordinasi," ucap Ade Yasin.

    Sebelumnya diberitakan, Anies mengatakan untuk mengatasi banjir di Jakarta adalah dengan mengendalikan air dari kawasan hulu. Pengendalian air di hulu dengan membangun DAM, embung dan waduk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.