Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Bogor Diperpanjang 3 Hari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Basarnas, TNI dan Polri melakukan pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari untuk tiga korban banjir bandang dan tanah longsor di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Sejumlah anggota Basarnas, TNI dan Polri melakukan pencarian korban tanah longsor di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 9 Januari 2020. Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari untuk tiga korban banjir bandang dan tanah longsor di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Bogor -Pencarian korban bencana banjir dan longsor yang masih tertimbun di Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor diperpanjang hingga tiga hari ke depan. Hal itu disampaikan Incident Commander bencana Kabupaten Bogor, Letnan Kolonel Infanteri Harry Eko Sutrisno.

    Harry menyebut semua upaya sudah dilakukan, termasuk dengan menurunkan alat berat. "Pencarian tambah lagi tiga hari, mudah-mudahan ketemu," ucap Harry di posko utama Sukajaya, Kamis 9 Januari 2020.

    Harry mengatakan pencarian terus dilakukan oleh gabungan petugas dari TNI, Polri dan tim Search and Rescue. Menurut dia, pencarian pun dilakukan di beberapa titik, mulai dari identifikasi rumah korban, hingga ke titik prediksi korban terbawa arus atau material longsor.

    Namun hingga hari ini korban yang berjumlah tiga orang atas nama Amri, 65 tahun; Maesaroh, 25 tahun; dan Cicih 10 tahun belum juga ditemukan. "Kami maksimalkan pencarian, semoga dengan penambahan waktu ini ada titik temu," ucap Harry.

    Pencarian ketiga korban yang tertimbun pun tidak hanya menerjunkan gabungan petugas, tiga anjing pelacak milik regu K9 Polda Jabar berjenis Herder, Labrador dan Milinois pun ikut dilibatkan dalam evakuasi pencarian.

    Orang tua Cicih, Yuli, mengatakan sangat berharap anaknya bisa ditemukan meski dalam keadaan tidak bernyawa. Yuli menyebut Cicih bersama dirinya saat kejadian longsor terbawa arus material longsor, sekitar 70 meter dari kediamannya.

    "Waktu kejadiannya (1 Januari) jam 8 pagi, saya lagi bersih-bersih rumah," ucap Yuli yang kini terbaring di Puskesmas Sukajaya.

    Sementara anak dari korban atas nama Amri, Amnah, mengatakan korban yang kini belum juga ditemukan adalah orang yang pertama mengetahui adanya longsor. Amnah menyebut saat kejadian Amri berteriak kepada seluruh warga untuk pergi meninggalkan rumah dan menyelamatkan diri dari bencana yang juga telah menyebabkan dirinya terdampak dan mengakibatkan luka serius di bagian kepalanya.

    "Sayang bapak yang memberi tahu warga, tapi bapak juga yang jadi korban yang sampai saat ini belum ditemukan," ucap Amnah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.