Banjir Jabodetabek, DPR: Pulihkan Kawasan Puncak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vila Liar di Puncak Dibongkar

    Vila Liar di Puncak Dibongkar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta pemerintah memulihkan fungsi kawasan Puncak sebagai daerah resapan air guna mengatasi masalah banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

    Saat memimpin rapat kerja Komisi VIII dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial, Yandri mengatakan bahwa kawasan Puncak sekarang sudah beralih fungsi dari daerah resapan air menjadi daerah hunian.

    "Puncak yang dulu pohon-pohon, sekarang sudah menjadi tembok-tembok," kata Yandri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

    Ia menambahkan, Puncak telah menjadi area vila, yang sebagian milik orang-orang penting di Jakarta.

    Politikus Partai Amanat Nasional itu mengatakan bahwa pemerintah mesti menata kembali kawasan Puncak dan mengembalikan fungsinya sebagai daerah resapan air untuk menekan risiko banjir di Jabotabek.

    "Tentu itu memang bukan tugas Menteri Sosial dan Kepala BNPB. Namun, saya minta agar hal ini menjadi perhatian pemerintah," katanya.

    Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Kementerian Sosial dan BNPB tersebut, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyampaikan bahwa banjir di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten hingga Senin (13/1) pukul 18.00 WIB telah menyebabkan 61 orang meninggal dunia dan 26.463 orang mengungsi.

    Sementara Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan bahwa di Indonesia bencana merupakan sesuatu yang permanen sehingga membutuhkan solusi yang permanen juga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.