Revitalisasi Kalimalang, Bakal Molor Tunggu Proyek Tol Becakayu?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kalimalang Bekasi yang nantinya akan direvitalisasi sebagai pembangunan waduk, situ, dan saluran multifungsi destinasi wisata air juara di Kota Bekasi, Rabu, 25 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana Kalimalang Bekasi yang nantinya akan direvitalisasi sebagai pembangunan waduk, situ, dan saluran multifungsi destinasi wisata air juara di Kota Bekasi, Rabu, 25 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat, Linda Al Amin mengatakan, penyelesaian proyek revitalisasi Kalimalang di Kabupaten Bekasi, diperkirakan belum bisa tuntas tahun ini.

    “Perlu ada penyesuaian desain dan waktu penyelesaian. Semula akan tuntas tahun 2020, menjadi tahun 2021,” kata Linda kepada Tempo, Rabu, 15 Januari 2020.

    Proyek penataan dan revitalisasi Kalimalang yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut mulai digarap pada September 2019, dan hingga saat ini baru rampung 10,53 persen. Dari Rp 45,14 miliar dana yang disediakan tahun 2019, baru dipergunakan Rp 4,75 miliar.

    Linda mengatakan, salah satu penyebab mundurnya jadwal penuntasan proyek itu karena adanya perubahan desain pada overpass jalan Tol Becakayu yang pengerjaannya berbatasan langsung dengan sisi selatan lokasi penataan proyek Kalimalang. Proyek revitalisasi di selatan Kalimalang tersebut rencananya akan mulai digarap tahun ini.

    “Ada perubahan desain pada overpass Tol Becakayu yang berbatasan dengan sisi selatan lokasi penataan Kalimalang yang baru selesai bulan Juni 2020,” kata Linda.

    Linda menambahkan, pengerjaan proyek Tol Becakayu tersebut berimbas pada pengerjaan proyek revitalisasi Kalimalang yang tengah digarap pemerintah provinsi Jawa Bart. “Revitalisasi dan penataan Kalimalang terkendala oleh penyelesaian Tol Becakayu yang lebih lambat dari rencana semula,” kata dia.

    Tahun 2020 ini pengerjaan proyek penataan Kalimalang dilanjutkan. Pemerintah Jawa Barat menyiapkan dana tahun ini Rp 17,89 miliar. Pengerjaan proyek revitalisasi Kalimalang tahun ini diperkirakan hanya menyelesaikan 50,16 persen dari seluruh item yang dikerjakan dalam proyek tersebut.

    Proyek revitalisasi danau dan situ yang dikerjakan pemerintah Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air, tidak hanya menyasar Kalimalang di Kota Bekasi.

    Sejak tahun 2019 misalnya, pemerintah provinsi melakukan penataan serupa untuk sejumlah situ dan danau lainnya, yakni penataan Situ Rawakalong di Kota Depok, Waduk Darma di Kuningan, serta Situ Ciburuy di Bandung Barat.

    Seluruh program penataan yang sudah dikerjakan tahun 2019 tersebut diteruskan tahun ini. Berbeda dengan Kalimalang, pengerjaan penataan Situ Rawa Kalong di Depok yang baru tuntas 5,23 persen ditargetkan rampung 100 persen akhir tahun ini. Begitu juga dengan pengerjaan peantaan Situ Ciburuy dan Waduk Darma, yang masing-masing pengerjaannya baru 5,28 persen dan 6,25 persen, juga ditargetkan tuntas 100 persen akhir tahun ini.

    Data Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat merinci pemerintah Jawa Barat menyiapkan Rp 77,86 miliar untuk penataan Rawa Kalong, Rp 38 miliar untuk penataan Situ Ciburuy, dan Rp 120 miliar untuk penataan Waduk Darma pada tahun 2020 ini.

    Anggaran tersebut disediakan untuk menyelesaikan proyek penataan dan revitalisasi Kalimalang tersebut tahun 2020 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.