Bupati Bogor Jajaki Pemindahan Korban Longsor dari Pengungsian

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak korban longsor saat bernyanyi di depan para dewan, mereka menyindir longsor telah mengusir mereka dari kampungnya di Ranca Nangka, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu 15 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Anak-anak korban longsor saat bernyanyi di depan para dewan, mereka menyindir longsor telah mengusir mereka dari kampungnya di Ranca Nangka, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu 15 Januari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bandung -Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan tengah menjajaki kemungkinan memindahkan korban longsor yang tinggal di lokasi pengungsian. “Untuk sementara masyarakat dari pengungsian dipindahkan dengan dibiayai BNBP, akan dimaksimalkan untuk dititip dengan sewa di rumah penduduk," kata Ade di Bandung, Kamis, 16 Januari 2020.

    Ade menyampaikan hal itu dalam rapat bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang melibatkan 9 daerah di Jawa Barat yang daerahnya mengalami bencana banjir dan longsor.

    Pemindahan tersebut jadi pertimbangan karena Ade memutuskan untuk memperpanjang masa tanggap darurat 14 hari lagi, setela perpanjangan masa tanggap darurat berakhir 15 Januari 2020. “Kami perpanjang sampai tanggal 30 Januari,” kata Ade.

    Ade juga meminta kepastian dari Menteri PUPR agar tidak menarik alat berat mengingat masih ada 2 lokasi yang hingga saat ini belum bisa ditembus. Dua lokasi tersebut berada di Desa Cileungsa dan Desa Cisarua, akses jalan menuju dua desa itu masih tertimbun longsor.

    “Kami masih membutuhkan alat-alat yang dipinjamkan oleh Kementerian PUPR karean ada dua akses jalan yang sampai hari ini belum dibuka. Jadi kami masih butuh peralatan untuk tanggap darurat. Korban longsor juga membutuhkan tenaga kesehatan. Kami masih pesawat dari BNPB untuk penyaluran makanan masih sehari 2 kali untuk dimaksimalkan,” kata Ade.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.