Cerita Heroik Warga Cileksa Selamatkan Muhtar dari Longsor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kampung Cileksa Utara usai diterjang longsor. Puluhan rumah hancur di Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Kamis 16 Januari 2020. TEMPO|M.A MURTADHO

    Kondisi kampung Cileksa Utara usai diterjang longsor. Puluhan rumah hancur di Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Kamis 16 Januari 2020. TEMPO|M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhtar, 48 tahun, bersyukur lolos dari terjangan longsor dahsyat yang terjadi di kampung Cileksa, Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor pada awal Januari 2020.

    Muhtar berkisah, pagi itu ia tengah membersihkan selokan air. Hujan yang tak kunjung henti sejak malam hingga pagi itu membawa banyak ranting dan daun dari atas gunung ke selokan di samping rumahnya.

    Ia tak sadar, hujan juga membuat tanah di atas labil dan kemudian longsor menerjang. Dan ia hampir saja menjadi korban jika beberapa warga tak segera menolongnya. "Alhamdulillah sampai hari ini saya hidup," ujarnya saat ditemui Tempo kemarin.

    Ikhsan, Ketua RT 02/01 Cileksa mengisahkan aksi heroik yang dilakukan warganya untuk menolong Muhtar.

    "Saat itu warga melihat Muhtar tertimpa longsor, spontan warga menahan dinding yang hampir roboh agar tidak jatuh menimpanya," kata Ikhsan di kediamannya pada Kamis malam 16 Januari 2020.

    Dengan sekuat tenaga mereka menahan dinding yang sudah diterjang longsoran. Setelah Muhtar diselamatkan, warga Cileksa buru-buru menjauh. Setelah 15 menit berselang, longsoran yang lebih besar datang. Rumah Muhtar luluh lantak.

    Muhtar berterima kasih telah dibantu warga kampung lainnya. "Alhamdulillah, warga bantu saya saat itu dan membawa saya keluar dari tumpukan longsor," ucap Muhtar.

    Kini Muhtar bersama anak istrinya harus tinggal di tenda pengungsian darurat yang dibangunnya.

    Sepekan lebih setelah dirinya memulihkan punggungnya, bertahap dia kumpulkan bambu dan kayu. Lalu dibantu warga lainnya, dia membangun tenda ukuran 3x3 meter. "Sekarang mah saya disini, cuma saya enggak bisa ke sawah karena sawahnya ajur (rusak) karena longsor," kata Muhtar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.