Kendalikan Banjir, DKI Butuh Bebaskan 234 Hektare Lahan Situ

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga menikmati Taman Lembang, Menteng, Jakarta dengan memancing ikan pada 12 Juni 2018. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    Seorang warga menikmati Taman Lembang, Menteng, Jakarta dengan memancing ikan pada 12 Juni 2018. (Tempo/Francisca Christy Rosana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan pemerintah masih harus membebaskan 234 hektare lahan untuk menaturalisasi situ yang ada di Ibu Kota. Pembebasan lahan situ tersebut dibutuhkan untuk mengendalikan banjir di ibu kota. Adapun DKI mempunyai 117 situ yang tersebar di lima wilayah administrasi ibu kota.

    Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf menuturkan luas seluruh situ di ibu kota saat ini mencapai 379 hektare. Dari luas tersebut 168 hektare perlu direvitalisasi. "Kami sudah membebaskan 213 hektare dan masih perlu pembangunan fisiknya," kata Juaini di Balai Kota DKI, Jumat, 17 Januari 2020.

    Ia menuturkan tahun ini pemerintah bakal merevitalisasi atau menaturalisasi lima situ yang tersebar di Pondok Rangon, Kampung Rambutan, Cimanggis, Sunter dan Brigif. Lima situ yang dinaturalisasi tahun ini merupakan lanjutan tahun 2019 karena belum selesai.

    Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 600 miliar untuk menaturalisasi lima situ tersebut. Setelah direvitalisasi nantinya situ ini bakal menampung air lebih banyak dan bakal dijadikan sarana interaksi warga. "Situ yang direvitalisasi bisa membantu sebagai pengendali banjir," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.