Viral Siswa di Bekasi Minta Bantuan Perbaikan Sekolah Rusak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah rusak di Bekasi. Instagram/_Ahmedzamzam

    Sekolah rusak di Bekasi. Instagram/_Ahmedzamzam

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi bangunan SDN 4 Samudrajaya di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi cukup memprihatinkan. Bangunannya mengalami kerusakan parah, video permintaan bantuan siswa di sekolah itu kemudian viral di media sosial.

    Adalah akun instagram @_ahmedzamzam yang pertama kali mengunggah kondisi sekolah tersebut. Video yang diunggah menampilkan belasan siswa. Mereka meminta bantuan kepada pemerintah supaya sekolahnya diperbaiki.

    "Assalamualaikumwarohmatullahiwabarokatuh, saya murid SDN 04 Samudrajaya. Yang terhormat, Pak Lurah, Pak Camat, Pak Bupati, Pak Kepala Dinas Pendidikan tolong perbaiki sekolah saya, karena rusak parah, dan tidak layak digunakan untuk belajar, semoha bapak-bapak semua mendengar aspirasi saya, terima kasih," demikian seorang siswa dalam video itu mewakili teman-temannya.

    Akun itu juga mengunggah foto-foto kondisi bangunan sekolah. Seperti lantai yang sebagai besar mengelupas sehingga hanya terlihat tanah, tembok sangat kotor karena cat sudah memudar, atap jebol, genting di teras mulai berjatuhan, sedangkan kaca jendela banyak yang pecah.

    Unggahan ini diposting ulang sejumlah akun seperti @infobekasi, @onlinebekasi @bekasi24jam. Video telah ditonton ratusan ribu netizen. Beragam komentar pedas pun ditujukan kepada pemerintah daerah, bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    "Dimana di kota yang sudah ramai serba macet, masih ada potret sekolah rusak," kata @tikafrancy94.

    "Lihat Pak @ekasupriaatmaja (Bupati Bekasi) ini di Bekasi loh," kata @bilhakfjrr18.

    "Mohon perhatiannya Pak @ekasupriaatmaja (Bupati Bekasi) @ridwankamil (Gubernur Jawa Barat)," kata @archlesdani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.