Dugaan Pencemaran Nama Siwi Widi, Polisi Akan Periksa 11 Saksi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Januari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memeriksa 11 saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti oleh akun Twitter @digeeembok.

    Ke-11 orang saksi tersebut di antaranya merupakan staf maskapai pelat merah tersebut.

    "Ada 8 yang merupakan staf Garuda dan 3 yang merupakan ahli," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 20 Januari 2020.

    Yusri tak merinci nama-nama saksi tersebut. Namun dia memastikan mereka akan diperiksa dalam waktu dekat ini. "11 orang itu di luar pelapor," ujar Yusri.

    Kasus dugaan pencemaran nama baik oleh akun @digeeembok berawal dari laporan Siwi Widi ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2019. Laporan Siwi itu terdaftar dengan nomor LP/8420/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

    Pelaporan oleh Siwi Widi dipicu utas yang diunggah oleh akun Twitter @digeeembok. Pemilik akun menyebut Siwi Widi memiliki hubungan spesial dengan eks-Direksi PT Garuda Indonesia, Heri Akhyar.

    Setelah dua kali batal datang untuk menjalani pemeriksaan, Widi akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya hari ini. Dalam pemeriksaan yang berjalan 5 jam itu, penyidik mencecar Widi dengan 42 pertanyaan.

    Dalam kesempatan itu Siwi Widi dan kuasa hukumnya juga mengajukan bukti postingan dan mengajukkan beberapa saksi untuk dihadirkan dalam pemeriksaan lanjutan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.