WNI Korban Kecelakaan di Italia Sedang Hamil Muda

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kediaman orang tua WNI korban kecelakaan mobil di Italia, di Gang Merem Melek, RT 03/RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 23 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kediaman orang tua WNI korban kecelakaan mobil di Italia, di Gang Merem Melek, RT 03/RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 23 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan asal Penjaringan, Jakarta Utara Risqi Prasetiasih, 24 tahun yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Italia merupakan pengantin baru. Dia dan suaminya Ghilang Pamungkas, baru saja menikah di Indonesia pada 10 November 2019.

    "Istilahnya janur belum benar-benar menguning. Bahkan sisa makanan dari pestanya masih ada di rumah," ujar ayah Risqi, Didi Riswanto kepada Tempo di rumahnya, Gang Merem Melek, RT 03/RW 12, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 23 Januari 2020.

    Menurut Didi, akad nikah Risqi dan Ghilang digelar di musala sekitar rumahnya. Resepsi pernikahan dilakukan secara sederhana di rumah Didi yang berada di Gang Merem Melek itu. Menurut Didi, keluarga besannya yang kebanyakan sudah menetap di Italia juga hadir saat pernikahan. "Termasuk Pak Gabriele itu," kata Didi.

    Risqi meninggal bersama ayah mertuanya, Gabriele Zambon, 76 tahun, di Italia pada 17 Januari lalu di Jalan Raya A1 antara Casalpusterlengo dan Lodi, menuju Milan. Kecelakaan itu dimuat oleh media Italia setempat. Menurut laporan dari website Milanotoday, korban yang mengendarai mobil sedan Fiat Stilo terlibat kecelakaan dengan sebuah truk. Mobil yang dikendarai Risqi dan Gabriele berakhir di bawah badan truk tersebut.

    Didi mengatakan, Gabriele merupakan ayah sambung dari Ghilang. Dia berujar, Risqi  dimakamkan di Italia. Pemakaman di negeri pizza itu merupakan permohonan dari menantunya.

    "Menantu saya mohon begitu, biar seminggu sekali bisa ke makam anak saya. Makanya saya ikhlas," kata Didi.

    Selain masih pengantin baru, Risqi juga diketahui sedang mengandung anak pertamanya selama 1,5 bulan. "Ya itu, bagaimana saya tidak hancur," kata Didi.

    Didi mengatakan, Ghilang dan keluarga sudah memberi kabar akan ke Indonesia untuk menemuinya. Begitu pun, Didi juga berharap bisa ke Italia untuk mendatangi makam anak keduanya. "Insyaallah kalau ada rezeki, jujur saja ongkosnya di atas kemampuan kita," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.