Viral Video Monas Banjir, Dinas SDA DKI Jakarta: Hoax

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintasi jalan yang tergenang banjir di kawasan Lapangan Monas, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pejalan kaki melintasi jalan yang tergenang banjir di kawasan Lapangan Monas, Jakarta, 9 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta -  Video banjir yang menerpa kawasan Monas sempat viral di media sosial sejak Jumat, 24 Januari 2020. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan video banjir yang sampai ke kawasan Monas dengan ketinggian genangan 20-30cm bukan kejadian saat banjir kemarin.

    "Salah itu, gak bener, itu video tahun kapan? Genangan ada, tapi tidak setinggi itu, paling 10-15 sentimeter, tidak seperti yang di foto itu," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Juaini di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020.

    Juaini menyakini hal tersebut berdasarkan laporan petugas SDA di kawasan Monas bahwa ketinggan air tidak sampai 30cm. Petugas SDA kata dia sudah siaga di kawasan Monas sejak pagi hari.

    Juaini mengatakan Dinas Perhubungan yang mengunggah video tersebut ke media sosial juga sudah ditegur oleh Sekretaris Daerah karena tidak melihat lokasi ke lapangan terlebih dahulu.

    Hal tersebut berlanjut dengan video banjir Monas tersebut dihapus di akun instagram resmi Dinhub DKI. "Tadi langsung ditegur di grup gubernur, sama Pak Sekda. Pak Sekda juga bilang, tolong jadi perhatian tim Dishub, kudu cek dulu ke lapangan, jangan melihat di gambar," katanya.

    Selain di Dishub video yang sama kata Juaini juga diposting di sosial media TmC Polda Metro Jaya. Dalam video tersebut tampak air merendam ke kawasan pintu masuk utara Monas. Video tersebut pun sempat viral dan menjadi perhatian netizen.

    "Video TMC Polda kan dari Dishub juga," ujar Juani.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.